Waspada, Modus Baru Narkoba Incar Driver Gojek

Barang bukti jaket Gojek yang dipakai SP
Sumber :

VIVA – Ini peristiwa penting dan peringatan keras untuk Anda para pengendara alias driver Gojek dan ojek online lainnya.

img_title Trik Baru UMKM biar Makin Dilirik

Jangan mudah tergiur jika ada orang tak dikenal memberikan ongkos dan imbalan besar untuk mengantarkan barang yang tidak diketahui isinya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebab, saat ini pengendara Gojek dan ojek online menjadi incaran para bandar narkoba. Mereka kini sengaja menyalahgunakan jasa transportasi kekinian ini untuk mengirimkan barang haram yang mereka edarkan.

img_title Perkuat Ekosistem Transportasi Terintegrasi di Kota Bogor, PT KAI Gandeng Pemkot Bogor serta Gojek & Gopay

Seperti yang dialami seorang pengendara Gojek di Kota Tangerang, Banten. Pengendara berinisial SP itu, diringkus polisi karena mengantarkan barang yang tanpa disadari ternyata berisi sabu-sabu.

SP ditangkap polisi di wilayah Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, dia dibekuk petugas yang menyamar ketika sedang menunggu penerima barang.

img_title Menhub Dudy Dorong Aplikator Layanan Ride Hailing Terus Tingkatkan Kesejahteraan Mitra Driver

"Jadi, SP ini betul-betul hanya kurir saja. Ia pun tak tahu kalau barang yang diantarnya itu adalah sabu," kata Wakil Kepala Kepolisian Resor Metro Tangerang Kota, AKBP Harley Silalahi, Kamis, 22 Maret 2018.

Ilustrasi tersangka penyelundup sabu-sabu ditangkap

Harley menuturkan, SP sebenarnya bukan target operasi penangkapan bandar narkoba. Polisi awalnya berusaha menjebak bandar narkoba yang diincar. Tapi, dalam praktiknya, ternyata bandar narkoba itu menggunakan modus baru dalam mengirimkan paket narkoba.

Mereka tak lagi mengirim sendiri atau mengirimkan dengan kurir khusus. Tapi mereka menggunakan jasa para driver Gojek dan ojek online.

Untuk bisa memperdaya driver Gojek, bandar narkoba sengaja memberikan imbalan dan ongkos yang nilai lumayan besar. Seperti yang dialami SP, dia diberi imbalan Rp100 ribu.

Tapi, saat memberikan barang itu ke SP, bandar narkoba berinisial K itu menitip pesan kepada SP, agar tidak membuka dan memberi tahu ke orang lain.

SP benar-benar tak menyadari jika barang yang terbungkus rapi itu berisi sabu-sabu dengan jumlah cukup banyak.Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Menteri Keuangan Sri Mulyani meninjau barang bukti penyelundupan sabu-sabu seberat 1,6 ton di Batam, Kepulauan Riau, pada Jumat, 23 Februari 2018.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Saat kami lakukan penangkapan, dari tangan SP kami temukan lima paket narkotika dengan berat total 8,3 gram sabu yang selanjutnya Kami giring ke Mapolrestro," ujar Herley.

SP mengaku sudah satu tahun menjadi driver Gojek. Selama ini, dia baru beberapa kali mengantarkan barang berisi sabu milik K. Setiap harinya, SP bisa lima kali mendapatkan order dari K. Sayangnya, SP tak mengetahui jika barang-barang yang dia kirimkan itu adalah sabu-sabu.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut