Mereka yang Terluka saat Demonstrasi Ricuh di DPR

Aksi Mahasiswa Tolak RKUHP dan UU KPK di Depan DPR MPR
Sumber :
  • VIVA/M Ali Wafa

VIVA – Demonstrasi mahasiswa dari sejumlah universitas di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada Selasa sore, 24 September 2019, ricuh. Mahasiswa yang memaksa masuk ke gedung dewan, mendobrak gerbang depan dan belakang.

img_title Anggota DPR Minta Distribusi BBM di Bali Harus Terpenuhi Agar Tak Ganggu Sektor Pariwisata

Bahkan, massa mahasiswa sempat melempari petugas hingga dibalas petugas dengan melempar gas air mata ke kerumunan massa untuk memukul mundur mereka. Kerusuhan di DPR tersebut membuat sejumlah orang terluka.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dikutip dari VIVAnews, tiga anggota kepolisian mengalami luka-luka. Ketiga anggota kepolisian itu, yakni Sadam Husein (19 tahun) yang mengalami trauma benda tumpul di kepala bagian belakang dan luka pada lutut kanan.

img_title Unjuk Rasa di Tugu Tani Hari Ini, Mahasiswa Lepas Almamater, Apa Alasannya?

Selain itu, Heri Irawan (40 tahun) yang mengalami robek di bagian pipi, sedangkan Erwin (40 tahun) menderita sesak napas. Seorang wartawan, Delvira (29 tahun) juga mengalami sesak napas.

Sedangkan seorang wanita bernama Sri Sudarmi (56 tahun) mengalami robek di kepala karena terkena lemparan kerikil. Para korban yang terluka pun dilarikan ke klinik di Gedung DPR untuk mendapatkan perawatan medis.

img_title Tak Hanya di Jakarta, Demo Mahasiswa 20 Oktober Meluas ke Daerah Ini

Sementara itu, polisi mengamankan dua pemuda setelah demonstrasi berakhir rusuh. Mereka ditanya asal kampus dan nama ketua BEM. Salah satu mahasiswa dengan pakaian kasual itu menjawab berasal dari Universitas Kristen Indonesia (UKI).

Ketua DPR Bambang Soesatyo sebelumnya meminta kepada pihak kepolisian untuk lebih bijak dalam menghadapi mahasiswa yang melakukan aksi.

"Pertama saya mengimbau kepada pihak keamanan tetap bijaksana dalam menghadapi aksi adik-adik mahasiswa karena mereka hanya menyampaikan aspirasinya," ujarnya, dikutip dari tvOne.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia juga menyampaikan pesan kepada mahasiswa untuk memberikan kepercayaan kepada DPR. Pasalnya, anggota dewan sudah berjuang dan menunda beberapa undang-undang yang dianggap tidak prorakyat.

"Untuk adik-adik mahasiswa, kami di DPR berusaha keras untuk memenuhi harapan adik-adik mahasiswa untuk menunda undang-undang sebagaimana yang disampaikan presiden," ujarnya.

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Dudung Abdurachman

Pemerintah Hormati Kebebasan Berpendapat, tapi Harus Bertanggung Jawab

Pemerintah melalui Menko Bidang Politik dan Keamanan Dudung Abdurachman menanggapi aski demonstrasi yang berlangsung di beberapa lokasi Selasa 20 Oktober

img_title
VIVA.co.id
20 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut