Anggaran Jakarta Dipangkas hingga Rp 15 Triliun, Pramono: Kami Satu-satunya Provinsi yang Gak Ngeluh

Gubernur Jakarta Pramono Anung
Sumber :
  • tvOnenews/Abdul Gani Siregar

Jakarta, VIVA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan tetap bekerja maksimal meski dana bagi hasil (DBH) dari pemerintah pusat dipangkas hingga Rp 15 triliun.

img_title Bantuan Rp 44 Miliar untuk Gempa NTT Bukan Anggaran Baru, Purbaya Ungkap Sumbernya

Ia memastikan pemotongan anggaran tidak akan menghambat komitmen Pemprov dalam membangun Jakarta yang lebih baik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kami akan bekerja lebih keras, lebih smart, untuk membangun Jakarta menjadi lebih baik,” ujar Pramono di Balai Kota, Jakarta Pusat, dikutip Senin 13 Oktober 2025.

img_title Insentif Motor Listrik Jadi Rp 3 Juta Per Unit, Purbaya Siapkan Anggaran Rp 3 Triliun

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung di Balai Kota DKI Jakarta

Photo :
  • Yeni Lestari/VIVA

Pramono menyampaikan, meski dana transfer dipotong, pihaknya tetap optimistis menatap pembangunan ibu kota. Ia memastikan program prioritas Pemprov tetap berjalan, dengan pendekatan kerja yang lebih efisien dan berorientasi pada hasil.

img_title Pramono: PLTU di Kawasan Suralaya Banten Jadi Salah Satu Penyebab Polusi Udara di Jakarta.

“Saya sangat berharap bahwa pembangunan di Jakarta mudah-mudahan akan memberikan warna yang lebih baik terutama untuk ke depan. Walaupun DBH (Dana Bagi Hasil) dipotong Rp 15 triliun, saya selalu orang yang berpandangan positif,” ucapnya.

Dengan adanya pemangkasan dana tersebut, APBD DKI Jakarta 2026 turun menjadi Rp 79,06 triliun dari sebelumnya Rp 95,35 triliun. Namun, Pramono menegaskan dirinya tidak akan ikut-ikutan mengeluh seperti sejumlah kepala daerah lainnya yang menentang kebijakan tersebut.

“Saya yakin bahwa saya akan bisa memimpin orkestrasi di Balai Kota ini dengan dipotongnya Rp15 triliun. Satu-satunya provinsi yang enggak ngeluh, karena saya bukan orang yang gampang mengeluh,” tutur Pramono.

Sebelumnya, sebanyak 18 gubernur diketahui mengajukan protes terhadap kebijakan pemotongan Transfer ke Daerah (TKD) yang dilakukan pemerintah pusat.

Para gubernur bahkan mendatangi Kementerian Keuangan (Kemenkeu) pada Selasa 7 Oktober untuk bertemu dengan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, membahas pemotongan dana transfer, alokasi anggaran infrastruktur, hingga permintaan agar gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) ditanggung pemerintah pusat.

Pemangkasan dana transfer daerah tersebut dilakukan pemerintah untuk menjaga keseimbangan APBN di tengah kondisi pelambatan ekonomi dan penurunan penerimaan pajak nasional.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski menghadapi tantangan fiskal besar, Pramono menegaskan Jakarta tidak akan berhenti berinovasi.

tvOnenews/Abdul Gani Siregar

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo

Viral Rombongan Fortuner-Alphard Terobos CFD, Pramono: Sudah DIhalau Dishub

Sebelumnya, video rombongan mobil yang melintas di area CFD Sudirman sempat viral di media sosial. Rombongan tersebut terdiri dari tiga Fortuner dan dua Alphard

img_title
VIVA.co.id
24 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut