Polisi: Jessica Boleh Tolak Reka Ulang 'Asal Tanda Tangan'

Sumber :
  • FOTO: VIVA.co.id/Foe Piece
VIVA.co.id
- Kepolisian Daerah Metro Jaya tak mempermasalahkan keputusan tersangka atas kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin, Jessica Kumala Wongso, untuk memilih menolak mengikuti rekonstruksi versi fakta yang digelar kepolisian. Rekonstruksi dua adegan itu telah berlangsung di Kafe Olivier akhir pekan lalu.


Kepala Bidang Humas dari Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Muhammad Iqbal, mengatakan penolakan tersebut merupakan hak warga negara, termasuk tersangka.


"Tersangka J berbeda itu wajar dan sah, tersangka J tak ingin ikut rekonstruksi versi penyidik, rekon versi kami tentunya berdasarkan fakta bukan pandangan dan asumsi. Penyidik tak ada masalah dan sah-sah saja tersangka J menolak, seluruh warga negara apalagi tersangka juga mempunyai hak menolak," kata Iqbal di Mapolda Metro Jaya, Selasa 9 Februari 2016.
Mayat Mirna Sudah Dirias dan Diawetkan Saat Akan Diautopsi


Hitungan Detik Sianida Menyerang Organ Penting Mirna
Iqbal menambahkan, jika memang Jessica menolak rekonstruksi sesuai fakta penyidik maka ada Standar Operasional Prosedurnya (SOP)-nya.

Penyebar Isu Dana Rp140 Juta untuk Bunuh Mirna Bernama Amir

"Walaupun menolak tidak masalah tapi ada SOP-nya, kami minta penandatanganan berita acara penolakan," kata Iqbal.


Sebelumnya, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya melakukan rekonstruksi kasus kematian Mirna di Restoran Olivier, Mal Grand Indonesia, Minggu 7 Februari 2016.


Dalam rekonstruksi tersebut dijadwalkan ada dua rekonstruksi, baik dari versi Jessica maupun versi fakta penyidik. Namun, Jessica enggan melakukan rekonstruksi versi fakta penyidik.


Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Krishna Murti mengatakan, dalam rekonstruksi versi Jessica ada 56 adegan, sedangkan versi fakta hasil penyelidikan polisi ada 65 adegan. (ren)

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya