Suplemen Diduga Tak Berizin Kembali Makan Korban

Ilustrasi suplemen
Sumber :
  • doc Corbis

VIVA.co.id – Seorang pengusaha permen BS (55), mengalami gangguan pencernaan usai meminum produk suplemen yang diproduksi PT RGZ.

img_title Kepolosan Menghadapai Penipuan Robot Trading

BS menjelaskan, usai meminum suplemen tersebut, dia mengalami gangguan pencernaan dan dirawat di RS Atmajaya selama dua hari. Dokter pun menyarankan agar menghentikan meminum suplemen tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Akibat hal itu, BS melaporkan peristiwa tersebut ke Polda Metro Jaya pada 12 Mei 2016. Dia pun mengaku kesal lantaran dalam suplemen tersebut tidak mencantumkan aturan pakai.

img_title Tergiur SMS Berhadiah, Warga Banyuwangi Rugi Jutaan Rupiah

"Obat itu tak ada aturan pemakaiannya," kata BS kepada wartawan usai menjalani pemeriksaan perdana di Polda Metro Jaya, Selasa, 31 Mei 2016.

Dia mengaku meminum suplemen bubuk itu sebanyak tiga kali pada hari Sabtu 7 Mei 2016. Sebab memang tidak ada ketentuannya. Sehingga ia selalu minum setiap habis makan.

img_title Gara-gara Investasi Bodong, Divonis Penjara 13.275 Tahun

"Ini untuk kekuatan tulang saya. Soalnya saya kan sudah tua," kata BS.

BS lewat tim pengacaranya melaporkan PT RGZ terkait izin edar suplemen tersebut. Pengacara BS, Rizky mengatakan, izin edar suplemen tersebut diduga menyalahi ketentuan.

"Izin edar yang digunakan oleh PT RGZ untuk suplemen itu adalah PIRT. Sedangkan Izin edar khusus untuk obat yang ketahanannya tak sampai 7 hari. Padahal suplemen yang diminum BS memiliki ketahanan lebih dari 7 hari," kata salah satu kuasa hukum BS, Rizky.

Menurutnya, aturan itu ada di Pasal 92 jo Pasal 142 UU Pangan dan PP 28 Tahun 2004 tentang Keamanan Mutu dan Gizi Pangan.

Menurut Rizky, saat pemeriksaan pertama oleh polisi, kliennya sudah menyerahkan bukti kemasan produk tersebut. "Kami juga sedang minta keterangan ke pihak BPOM," kata Rizky.

Laporan BS merupakan kali kedua usai konsumen lainnya melakukan pelaporan yang sama di Polres Metro Jakarta Barat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

BS melaporkan PT RGZ sesuai Laporan Polisi Nomor : TBL/2294/V/2016/PMJ/Dit.Reskrimsus tertanggal 12 Mei 2016, terkait dugaan tindak pidana pada bidang pangan.

Sebelumnya, seorang konsumen berinisial SN mengadukan perusahaan MLM itu berdasarkan Laporan Polisi Nomor : 518/ V/ 2016/ PMJ/ Restro Jak Bar tertanggal 19 Mei 2016 dengan sangkaan Pasal 62 ayat (1) juncto Pasal 8 ayat (1) huruf I tentang perlindungan konsumen.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut