Buntut Perahu Terbalik, Djarot Perintahkan Penertiban Muatan

Perahu yang terbalik di kawasan Luar Batang
Sumber :
  • VIVA.co.id / Danar Dono
VIVA.co.id
img_title Perahu Wisata Terbalik di Waduk Kedung Ombo Boyolali, 9 Hilang
- Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, tak ingin kejadian terbaliknya perahu di Perairan Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara, kembali terulang. Dia pun telah meminta dinas terkait, agar melakukan penertiban terhadap perahu atau biasa disebut getek yang kedapatan melebihi kapasitas.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA


img_title Perahu Terguling, Tiga Pemuda Tewas di Sulawesi Selatan

"Ya di tertibkan itu, (perahu-perahu getek), enggak boleh sampai melebihi kapasitas," ujar dia di Balai Kota Jakarta, Senin 1 Agustus 2016.
img_title Perahu Wisata Terbalik di Anyer, Satu Meninggal


Sebelumnya, sebuah perahu kayu yang mengangkut para pengunjung yang akan menuju wilayah Luar Batang, terbalik pada Minggu pagi kemarin. Akibatnya, satu orang tewas tenggelam, sebelum mencapai tepian Luar Batang. Sampai saat ini, polisi masih menyelidiki kecelakaan.

"Penanganan korbannya terlebih dulu," kata Djarot.

Perahu getek tersebut diketahui milik seseorang  bernama Yanto. Saat kejadian, perahu ditumpangi sampai 15 orang, belum ada tersangka dalam kejadian ini.

"Belum ada status tersangka, masih didalami, dan yang bersangkutan (pemilik rakit) juga masih syok kemarin sempat dirawat jalan," Ujar Kapolsek Metro Penjaringan, Kompol Bismo Teguh, Senin 1 Agustus 2016.

Perahu getek tersebut biasanya diisi sekitar 10 orang. Namun kemarin, penumpang yang naik mencapai 15 orang. Sehingga kuat dugaan perahu rakit miring dan terbalik."Kemarin itu ramai sekali karena memang lagi ada acara peringatan haul Habib di Luar Batang," kata Kasubag Humas Polres Metro Jakarta Utara, Sungkono.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

(ren)
Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi di Waduk Kedung Ombo.

Usai Perahu Terbalik, Polri Tutup Paksa Wisata Waduk Kedung Ombo

Penutupan wisata Waduk Kedung Ombo juga karena pengelola kawasan tidak menerapkan protokol kesehatan dan lebihi kapasitas.

img_title
VIVA.co.id
15 Mei 2021
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut