Pengacara Tantang Polisi Buktikan Sri Bintang Makar

Sri Bintang Pamungkas
Sumber :
  • VIVAnews/Tri Saputro

VIVA.co.id – Kuasa hukum tersangka dugaan makar, Sri Bintang Pamungkas, Razman Arief Nasution, menantang penyidik kepolisian untuk membuktikan dugaan makar terhadap kliennya dan 11 tersangka lainnya.

img_title Diperiksa soal Dugaan Makar, Saiful Mujani: Buktinya Ada di Kepala Semua

"Selama ini saya tidak mau meminta secara tegas gelar perkara. Sekarang saya minta Pak Kapolda gelar perkara terbuka. Ayo kita gelar perkara sesuai perkap (peraturan Kapolri) nomor 14 tahun 2012. Ayo gelar perkara. Mana yang masuk unsur makar supaya terbuka secara terang," kata Razman di Polda Metro Jaya, Kamis 15 Desember 2016.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurutnya, selama ini Sri Bintang Pamungkas tidak ada unsur tindakan makar. "Saya jelaskan makar itu ada tiga pengertian dalam KUHAP, pertama ada rencana pembunuhan terhadap Presiden dan Wapres. Kedua, ada sekelompok orang ingin menguasai sebagai wilayah atau seluruh wilayah. Ketiga, ada keinginan dan menggulingkan pemerintah yang sah. Itu pun dilakukan dengan sembunyi," katanya.

img_title Menteri Pigai: Pernyataan Saiful Mujani soal Ajakan Makar Tidak Dijamin Konstitusi Berpendapat

Sementara itu, apa yang disampaikan kliennya dan tersangka makar lainnya hanyalah bentuk aspirasi. "Makar itu memaksa, merampas, menekan, ini bukan tapi aspirasi mau dijalankan atau tidak ya tidak masalah," katanya.

Bahkan, ia mengutip perkataan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD yang mengatakan, jika Polri tidak bisa membuktikan dugaan makar maka status tersangka kepada kliennya dan tersangka lainnya batal demi hukum.

img_title Ucapan Saiful Mujani Berujung 2 Laporan Polisi di Polda Metro

"Pak Mahfud MD ada statement kalau Polri tidak bisa membuktikan pemufakatan makar maka batal demi hukum. Karena unsur 107 KUHP ditutup 110 KUHP," katanya.

Kemudian, terkait dengan penolakan penangguhan penahanan terhadap kliennya, ia meminta polisi menjelaskan alasan kliennya dianggap tidak kooperatif.

"Kalau Pak Bintang sampai hari ini belum dikeluarkan juga dengan alasan tidak koopertif ditunjukan kooperatif yang mana. Kalau Pak Kapolda bilang tidak kooperatif dan tidak dikabulkan penangguhan penahana kasih tahu. Jadi orang tahu," katanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurutnya, selama ini Sri Bintang hanya tidak mau menandatangani di Berita Acara Pemeriksaan (BAP) terkait apa yang disangkakan. Namun, untuk BAP perihal identitas pendiri Partai Uni Demokrasi Indonesia (PUDI) ini menandatanganinya.

"Yang tidak ditandatangani apa yang masuk pokok yang disangkakan makar maka dia bilang,' bapak (penyidik) sendiri yang membuktikan sendiri, barang bukti anda cari sendiri'," katanya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut