2016, Pencurian Kulit Kabel hingga Perampokan Pulomas
- VIVA.co.id/ Annisa Maulida
Saksi langsung melaporkan kejadian ini ke polisi untuk evakuasi korban. Polisi yang datang pun langsung membuka pintu kamar mandi dan kaget melihat isinya.
Bau pengap terasa ketika pintu dibuka. Korban selamat dibawa ke RS Kartika Pulomas, sementara korban tewas diletakan di ruang tengah untuk diidentifikasi. Beberapa jam setelah proses itu selesai, kemudian enam jasad dibawa ke RS Polri.
Tak membutuhkan waktu lama, dua hari pasca kejadian, komplotan Ramlan Butarbutar diringkus di Rawalumbu, Bekasi, Jawa Barat. Di lokasi itu, Ramlan dan Erwin Situmorang ditembak lantaran melawa polisi. Ramlan tewas sedangkan Erwin terkena tembakan di bagian kaki.
Tak jauh dari tempat itu, tepatnya di Villamas Indah blok C, Bekasi Utara, satu lagi komplotan Ramlan yang bernama Alfins Bernius Sinaga ditangkap. Kini, polisi masih memburu satu pelaku yang masih buron yakni Puis alias Ius Pane.
Penyanderaan di Pondok Indah
Kelompok perampok bersenjata mendatangi rumah mewah di kawasan Pondok Indah, tepatnya di komplek Jalan Bukit Hijau IX Nomor 17, Jakarta Selatan, 3 September 2016. Kejadian ini membuat geger warga Jakarta lantaran pelaku menyekap semua orang yang ada di dalam rumah.
Para pelaku diketahui mendatangi rumah korban sejak pukul 05.30 WIB. Kasus ini terungkap setelah pembantu rumah tangga berhasil meloloskan diri dan mengabarkan kepada tetangga dan kepolisian telah terjadi perampokan di rumah majikannya.
Delapan jam penyanderaan, dengan proses yang dramatis akhirnya polisi berhasil masuk ke rumah dan membebaskan tawanan yang berjumlah lima orang. Diketahui rumah mewah yang dirampok milik mantan Vice President PT ExxonMobil Asep Sulaiman.
Dua orang pelaku yang menyandera itu juga diringkus polisi. Dari pengakuan AJS, salah satu pelaku mengatakan, jika perampokan ini telah direncanakan sejak bulan Agustus 2016.
AJS mengumpulkan empat kawanannya di sebuah hotel di kawasan Jakarta Selatan untuk mematangkan aksi.
H-1 (satu hari sebelum kejadian) tersangka AJS mengumpulkan mereka berempat di salah satu hotel Jakarta Selatan melakukan meeting untuk perampokan ini.
Setelah ditangkap dan diperiksa polisi, terungkap jika dua pelaku merupakan mantan bawahan korban saat bekerja di ExxonMobil. Di perusahaan tersebut, AJS bekerja sebagai security dari perusahaan outsourcing.