Perhitungan Suara di Situs KPU Bukan Rujukan Final

Ketua KPU DKI Sumarno (jas hitam)
Sumber :
  • VIVA.co.id/ Putri Firdaus

VIVA.co.id – Ketua Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta Sumarno menyatakan, perhitungan suara yang diunggah KPU DKI Jakarta dalam Sistem Informasi Perhitungan Suara (Situng) di website KPU DKI Jakarta, bukan sebagai rujukan final perhitungan perolehan suara pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta.

img_title KPUD DKI Tetapkan Hasil Pileg 2019, PDIP Raih Kursi Terbanyak

"Situng sudah selesai, situng kan bukan rekap. Situng kan hanya input data saja, dari formulir C1 yang dihitung di TPS, kemudian di-scan dan kemudian di-input datanya saja," kata Sumarno di Kantor KPU DKI Jakarta, Salemba, Jakarta Pusat, Senin 20 Februari 2017.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia menambahkan, proses unggah data scan C1 dalam website resmi KPU DKI atau Situng adalah informasi pendahuluan data sanding sebagai bagian dari transparansi dan akuntabilitas KPU, agar masyarakat bisa jadikan pembanding untuk penghitungan yang dilakukan di TPS-TPS.

img_title KPU DKI Jawab Laporan BPN-DPD Gerindra soal DPT, Berikut Lengkapnya

Sumarno melanjutkan, proses yang dilakukan dalam Situng berbeda jauh dengan proses rekapitulasi suara yang dilakukan secara manual, yang saat ini tengah berproses di kecamatan-kecamatan seluruh DKI Jakarta.

"Hasil manual tidak ada kaitannya dengan situng. Bisa jadi nanti hasil perhitungan manual sama, bisa jadi berbeda. Tapi, kalau di situng, operator mungkin saja melakukan kesalahan dalam input data. Itu kan mungkin terjadi," ujarnya.

img_title Pemilu 2019, KPU Tetapkan DPT DKI Jakarta 7.761.598 Pemilih

Ia mengisahkan, perhitungan perolehan suara yang dilakukan melalui scan formulir C1 sempat mengalami kesalahan. Kondisi itu terjadi pada perolehan suara yang diperoleh pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno di TPS 10, Pela Mampang.

Dalam formulir C1 di TPS itu, lanjut Sumarno, pasangan Anies-Sandi hanya memperoleh suara 266 suara. Tetapi, karena terjadi kesalahan input data, operator memasukkan data atau meng-input-nya menjadi 7.266 suara.

"Jadi, itu juga karena human error, entah salah pencet, kecapean, salah upload. Karena kan tidak mungkin dalam satu TPS itu ada ribuan orang, akhirnya sudah lah di-upload,” kata Sumarno kepada VIVA.co.id.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Setelah diunggah, menurut dia, jumlah totalnya 100,01 persen. “Kan aneh. Akhirnya tim IT baru menemukan kesalahan. Ternyata kesalahan ada di Pela Mampang, Jakarta Selatan," tuturnya.

Kondisi serupa juga terjadi pada pasangan calon nomor dua, Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Syaiful Hidayat. Pasangan Ahok-Djarot mengalami kehilangan suara sebanyak 50 suara di TPS 12, Tanjung Barat.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut