Djarot : Soal Reklamasi, Bola Ada di DPRD

Djarot Saiful Hidayat.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Bayu Nugraha

VIVA.co.id – Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat telah mengirim surat kepada DPRD DKI Jakarta untuk menuntaskan Raperda Reklamasi. Dia tetap mencantumkan kontribusi 15 persen untuk pengembang.

img_title PKS Sindir Pemindahan Ibu Kota Kompensasi Gagalnya Reklamasi Jakarta

Mengenai alasan dirinya tetap ingin 15 persen kontribusi karena hal itu menjadi pokok permasalahan saat ini. Sebab, masalah biaya kontribusi tersebut seorang anggota DPRD Sanusi ditangkap.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Ya Alhamdulillah, surat kami terima. Kami sudah bersurat dengan Dewan untuk melanjutkan, menuntaskan dua Raperda ini, tetapi di dalam surat saya saya bilang itu tetap, saya cantumkan kontribusi 15 persen, harus itu, kenapa? Karena ini yang menjadi sumber pokok persoalan, sehingga ada anggota Dewan yang ketangkap toh? Gara-gara nego ini toh?" kata Djarot, Sabtu 7 Oktober 2017.

img_title Usai Reklamasi Dihentikan, Anies Siapkan Perubahan Payung Hukum

Anggota DPRD DKI yang ditangkap adalah politikus Gerindra M Sanusi, yang menerima suap dari pengembang properti di pulau reklamasi.

Ia menambahkan, pihaknya sudah mengirimkan surat pembahasan mengenai reklamasi pada Jumat kemarin. Kemungkinan, katanya, Senin 9 Oktober esok surat sudah masuk ke DPRD.

img_title Anies Dipanggil Zulkifli Hasan, Bahas Reklamasi dan Pilpres 2019

"Nah kami sudah berkirim surat, Senin mungkin sudah masuk, Jumat sudah turun, tidak alasan bagi Pemprov untuk tidak berkirim surat dengan Dewan," ucap Djarot.

Djarot pun menyerahkan kepada anggota Dewan soal pembahasan Raperda Reklamasi. Sebab nantinya anggota DPRD yang menentukan. "Saya enggak ngerti, saya nggak tahu, tergantung Dewan mungkin dibamuskan dulu, diagendakan dulu. Kami sudah memenuhi secara prosedural, kami sudah mengajukan, bolanya di Dewan, apakah dibamuskan, diagendakan, silahkan, saya rasa tinggal satu ayat itu yang diperdebatkan," ujar Djarot.

Djarot sebelumnya heran pembahasan Raperda Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (RZWP3K) serta Raperda Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Pantai Utara Jakarta (RTTKS Pantura) selalu dihindari DPRD. Padahal para pengembang, menurut Djarot, setuju dengan kontribusi 15 persen tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Djarot saat ini masih menunggu surat dari pemerintah pusat untuk kembali mengusulkan dibahasnya Raperda tersebut di DPRD. Dia tidak ingin pasal mengenai kontribusi tambahan tetap ada.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD DKI Abraham Lunggana (Lulung) mengaku siap kembali membahas Raperda tersebut. Lulung memberikan syarat Pemprov dapat menjelaskan dasar hukum yang jelas mengenai tambahan kontribusi tersebut.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut