Pidato Lengkap Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI

Serah Terima Jabatan Anies-Sandi
Sumber :
  • VIVA.co.id/Ikhwan Yanuar

VIVA.co.id - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menyampaikan pidato politiknya usai dilantik dan serah terima jabatan pada Senin malam, 16 Oktober 2017. Dari atas panggung di Balai Kota, mantan Anies menuturkan sejumlah permasalah Ibu Kota dan solusinya.

img_title Tutup Usia, Ini Profil M Taufik yang Sukses Menangkan Jokowi-Ahok Hingga Anies-Sandi

Berikut pidato lengkap Anies Baswedan didampingi istri dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno dan istri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Saudara-saudara semua warga Jakarta. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sejahtera semua. Om swastiastu. Namo buddhaya.

img_title Petinggi PKS Sebut Peluang Anies-Sandiaga Duet di Pilpres 2024 Kecil

Saudara-saudara semua, hari ini satu lembar baru kembali terbuka dalam perjalanan panjang Jakarta. Ketika niat yang lurus, ikhtiar gotong-royong dalam makna yang sesungguhnya, didukung dengan doa-doa yang kita terus bersama panjatkan, maka pertolongan dan ketetapan Allah itu telah datang.

Tak ada yang bisa menghalangi apa yang telah ditetapkan oleh-Nya, dan tidak ada pula yang bisa mewujudkan apa yang ditolak oleh-Nya. Warga Jakarta telah bersuara dan terpaut dengan satu rasa yang sama, keadilan bagi semua.

img_title Prabowo Bungkam soal Isi Perjanjian Anies-Sandiaga, Sufmi Dasco: Jangan Dijawab Pak!

Mari kita terus panjatkan syukur dan doa keselamatan kepada Allah, Yang Maha Menolong dan Maha Melindungi. Hari ini sebuah amanat besar telah diletakkan di pundak kami berdua. Sebuah amanat yang harus dipertanggungjawabkan dunia akhirat.

Hari ini adalah penanda awal perjuangan dalam menghadirkan kebaikan dan keadilan yang diharapkan seluruh rakyat Jakarta, yaitu kemajuan Ibu Kota tercinta dan kebahagiaan seluruh warganya. Hari ini, saya dan Bang Sandi dilantik menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur bukan bagi para pemilih kami saja, tapi bagi seluruh warga Jakarta. Kini saatnya bergandengan sebagai sesama saudara dalam satu rumah untuk memajukan kota Jakarta.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Holong manjalak holong, holong manjalak domu," demikian sebuah pepatah Batak mengungkapkan. Kasih sayang akan mencari kasih sayang, kasih sayang akan menciptakan persatuan. Ikatan yang sempat tercerai, mari kita ikat kembali. Energi yang sempat terbelah, mari kita satukan kembali.

Jakarta adalah tempat yang dipenuhi oleh sejarah. Setiap titik Jakarta menyimpan lapisan kisah sejarah yang dilalui selama ribuan tahun. Jakarta tidak dibangun baru-baru saja dari lahan hampa. Sejak era Sunda Kalapa, Jayakarta, Batavia hingga kini, Jakarta adalah kisah pergerakan peradaban manusia. Jakarta sebagai melting pot telah menjadi tradisi sejak lama. Di sini tempat berkumpulnya manusia dari penjuru Nusantara, dan penjuru dunia.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut