Keluh Kesah Warga Antre E-KTP di TMII

Ilustrasi antre.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Lilis Khalisotussurur

VIVA – Kementerian Dalam Negeri membuka stan pengambilan dan pembuatan Kartu Tanda Penduduk Elektronik atau e-KTP di Taman Mini Indonesia Indah. Dari pantauan VIVA.co.id, ribuan warga memadati stan tersebut.

img_title Benda Diduga Mortir Ditemukan di Anjungan Sumbar TMII

Pengambilan e-KTP diatur berdasarkan abjad nama warga. Sayang, tak ada sekat yang mengatur antrean. Suasana pun penuh sesak. Sementara, banyak juga warga yang membawa anak kecil dan tak lagi muda.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Warga Cakung, Jakarta Timur, Supardi (47) sudah datang mengantre sejak pukul 07.00 WIB untuk mengambil e-KTP. Ia mengaku kecewa, lantaran panitia baru datang pukul 10.00 WIB.

img_title Proyek Pembangunan MRT Rute Fatmawati-TMII Digodok Mulai Agustus 2026

"Datang panitia jam 10.00. Itulah namanya janji, orang Indonesia," kata Supardi saat ditemui di stan Kemendagri TMII, Jakarta, Minggu 22 Oktober 2017.

Ia membuat e-KTP di TMII, lantaran KTP lama miliknya hilang. Ia telah mengurus ke kelurahan, tapi harus menunggu enam bulan lantaran diberi alasan blangko kosong.

img_title Jalan-jalan di TMII Kini Bisa Sekalian Kulineran Sehat

"Saya tahu dari internet ada pembuatan gratis di TMII. Tapi pelayanan kurang bagus. Pengambilan enggak teratur. Dibikin begini rakyat kasihan. Ada yang bawa anak kecil," kata Supardi.

Ia mengatakan, sebaiknya pelayanan ini dibuat saja di kelurahan masing-masing. Sebab, pembuatannya untuk seluruh warga Jabodetabek.

"Saya dari rumah setengah enam. Saya kritik DPR, jangan sekali-kali korupsi. Itu akibat korupsi. Rakyat sengsara. Kalau benar (kerjanya), kan rakyat bisa diurus," tuturnya.

Senada dengan Supardi, warga Cililitan, Siti Halimah (37) mengatakan telah antre sejak 08.30 WIB. Ia sengaja datang ke TMII lantaran KTP yang ia urus di kelurahan tak kunjung jadi.

"Tiap bulan datang, konfirmasi, blanko cuma datang 20. Saya tahu info ini dari teman, dari medsos," kata Siti.

Saat ditanya soal pelayanannya, menurutnya petugas Kemendagri dan keamanan perlu ditambah. Lalu, antrean juga perlu diberi sekat. Sebab, tidak sedikit warga yang menyerobot.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Perlu ditambah krunya. Lokasi jangan di tempat wisata. Orang dua kali bayar karcis. Misalnya di Kemedagri atau instansi pemerintah. Per wilayah. Minimal per Dukcapil. Penuh perjuangan ambilnya, mandi keringat," ujar Siti.

Warga Pondok Gede, Ricky Reynaldi (18) mengatakan, selama pengambilan e-KTP pelayanannya kurang tertib. Sebab, warga harus berdesakan. Apalagi, di dalam stan tak diberi pendingin ruangan atau minimal kipas angin.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut