Parkir Semrawut, Markas Polda Metro Gampang Dibom Teroris

Markas Polda Metro Jaya.
Sumber :
  • Google Streetview

VIVA – Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebut markas Polda Metro Jaya, gampang dibom teroris. Sebab, area parkirnya semrawut hingga menyulitkan untuk mendeteksi kehadiran teroris.

Pelapor Pendeta Gilbert soal Penistaan Agama Diperiksa Polisi, Ngaku Ngasih Ini ke Penyidik

"Di dalam Polda Metro sangat semrawut, parkir juga sangat semrawut sehingga kalau pun ada pelaku teror menaruh bom di samping gedung Kapolda ini tidak bisa terdeteksi. Karena susah bisa membedakan antara pengunjung dan anggota Polri," kata Tito dalam sambutan peresmian Gedung Promoter di Mapolda Metro Jaya, Jumat, 18 Januari 2018.

Menurut Tito, Polri berencana membangun tempat parkir yang lebih besar di Mapolda Metro Jaya. Wacananya akan dibangun sebuah gedung parkir di sana yang nantinya memiliki delapan lantai dengan fasilitas landasan helikopter di atap bangunan.

Dirlantas Polda Metro Jaya Ungkap Alasan Pakai Nomor WA terkait Surat Tilang Elektronik

Nantinya, usai ada tempat parkir baru, semua kendaraan milik anggota polisi tapi di bawah perwira menengah juga pengunjung tak boleh masuk hingga gedung utama Polda Metro Jaya. Bukan hanya itu, sistem keamanan di sana pun akan diperketat. 

"Nanti kalau sudah dibangun bisa muat sekitaran dua ribu. Semua kecuali perwira menengah ke atas yang boleh masuk area ini (Gedung Promoter), yang lain di sana. Akan ditutup dengan pagar besi mungkin, sehingga yang masuk bertamu akan meninggalkan id, kecuali anggota. Sehingga bisa dibedakan yang mana polisi atau anggota dan mana yang pengunjung yang lain," ujarnya.

Pria Makan Seenaknya Bayar Semaunya di Warteg Jakpus Ditangkap, 1 Temannya Masih Buron

Tito menuturkan, gedung utama Polda Metro Jaya yang akan dikosongkan nantinya juga akan digunakan untuk Satuan Tugas Nusantara guna memantau Pemilihan Kepala Daerah, selain dipergunakan untuk monitoring karena Kantor TMCC Polri yang kurang memadai sekarang.

"Akan ada Satgas Nusantara, dalam rangka mendinginkan isu-isu terkait Pilkada. Sehingga dengan kegiatan cooling system, situasi politik yang memanas tidak meledak," katanya lagi.

Irjen Pol Hery Heryawan foto bersama Irjen Pol Martinus Hukom usai acara kenaika

Sosok Herimen, Jenderal Bintang 2 Polri yang Pernah Tembak Kaki John Kei

Mendengar nama John Kei, masyarakat akan mengingat sejumlah kasus premanisme dan sosok polisi yang berperan menangkapnya, yakni Inspektur Jenderal( Irjen) Herry Heryawan.

img_title
VIVA.co.id
8 Mei 2024