Pidato Ramal Indonesia Bubar 2030, Prabowo Dibully
- Repro Facebook
Pertanyaannya adalah, apakah Prabowo tidak tahu bahwa yang disebutnya kajian-kajian tersebut merupakan karya fiksi? Novel? Justru Prabowo tahu betul bahwa itu adalah novel, bukan kajian. Sebab tahun lalu, 18 September 2017, Prabowo membagi-bagikan novel ini secara gratis di UI saat berpidato. Dia tahu betul bahwa itu novel, tahu betul. Tapi mengapa kini di tahun 2018, menjelang Pilpres, Prabowo menyebutnya sebagai sebuah kajian?
Prabowo dengan jelas mengatakan “The Ghost Fleet, ini sebetulnya novel tapi ditulis oleh dua ahli strategi dan intelijen Amerika, menggambarkan sebuah skenario perang antara Cina dan Amerika tahun 2030. Yang menarik dari sini bagi kita hanya satu, mereka ramalkan tahun 2030 Republik Indonesia sudah tidak ada lagi.”
Lalu, kalau Prabowo tahu bahwa itu adalah novel dan bukan kajian, lalu mengapa Prabowo menyebut itu sebagai kajian? Jawabnya hanya satu, karena penulis novelnya adalah ahli strategi dan intelijen Amerika.
Dalam situasi lain, jika misal ada mantan anggotan BIN bikin novel, dalam alur pikiran Prabowo, itu bisa dijadikan bahan diskusi serius tentang keamanan nasional. Sekalipun itu novel, menurut Prabowo bukan novel, melainkan kajian-kajian" tulis Andi Setiawan.
![]()
"Berikan bukti yg jelas kalo indonesia akan bubar. Saya warga indonesia ga trima dikatakan seperti itu. Warga indonesia bukan pecundang / pengecut yg akan lari kerika negaranya membutuhkan masyarakat," tulis akun @Purx Dicefury.
"Ndaaaaaa... kajiannya itu ternyata NOPEL ndaaaa... NOPEEEEELLLL... PIKSI!!," tulis akun @Rani Rumita.
"SOK DUKUN AJE ??? Emangnya indonesia tdk ada kmna???suatu pemikiran yg tdk logis emangnya NKRI seperti kucing apa gampang ngilang??!!;;"tulis akun @inindra Kharisma Kharisma.
Tak hanya di akun Facebook Gerindra, pidato ramalan Prabowo juga dibully pengguna akun Twitter. Semua warganet memiliki penilaian yang sama, bahwa ramalan yang disebuat Prabowo sebagai kajian itu ternyata cuma berasal dari sebuah novel fiksi.
“Novel rujukan Pak Prabowo yang mendadak jadi disebut kajian. Sekali lagi ini novel bukan kajian, apalagi analisis data statitistik. 2030 Indonesia bubar itu fiksi,” tulis Ulin Yusron.