Istana Beri Sinyal Batal Keluarkan Perppu Terorisme

Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Mensesneg Pratikno (kanan)
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

VIVA – Pihak Istana memberi sinyal terkait Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang atau Perppu Antiterorisme tidak dikeluarkan. Alasannya, karena proses penyelesaian revisi UU Terorisme mulai dibahas lagi di DPR.

img_title Pemkab Tangerang Benarkan PNS Mereka Ditangkap Densus

Selain itu, Ketua DPR Bambang Soesatyo juga memberikan jaminan, revisi UU Terorisme akan rampung pada masa sidang ke V ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Proses di DPR kan sudah berjalan. Pimpinan DPR sendiri, sudah menjajaki dan pada masa sidang awal ini pun kita berharap begitu (revisi UU kelar)," kata Menteri Sekretaris Negara Pratikno di Istana Negara, Jakarta, Jumat 18 Mei 2018.

img_title IDI Sukoharjo Minta Kasus Sunardi Tak Dikaitan dengan Profesi Dokter

Dengan perkembangan pembahasan di DPR yang positif, Pratikno mengakui, kalau Perppu tidak akan dikeluarkan oleh Presiden Joko Widodo.

"Harapannya kan begitu. Pak Presiden kan, sudah menyatakan ya, apanya segera terbit. Kalau enggak terbit-terbit itu lain soal," kata Pratikno.

img_title Munarman Tertawakan Tuntutan 8 Tahun Penjara: Kurang Serius

Rancangan UU tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme sebagai revisi atas UU Nomor 15 tahun 2003, sudah diajukan pemerintah sejak 2016.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Desakan revisi UU ini menguat pascaperistiwa teror bom tiga gereja di Surabaya pada Minggu 13 Mei 2018. Kemudian, disusul keesokan harinya bom di Mapolrestabes Surabaya.

Terkait teror bom ini, Presiden Jokowi sempat mengancam, jika revisi UU itu tidak rampung sebelum masa sidang V DPR, akan dikeluarkan Perppu.

Sumber : medium.com (Nigeria deserve and should be better)

Bantu Perangi Terorisme di Afrika, Adakah Niat Terselubung Amerika?

Pemberontakan yang berulang di Nigeria Utara merupakan hasil dari lingkungan politik Nigeria.

img_title
VIVA.co.id
20 Desember 2023
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut