Fredrich Yunadi Akan Bacakan Pledoi 2.000 Halaman

Terdakwa kasus merintangi penyidikan kasus korupsi KTP elektronik, Fredrich Yunadi
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

VIVA – Persidangan mantan Pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi, dilanjutkan hari ini, Jumat, 22 Juni 2018 di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta. Sidang akan digelar dengan agenda pembacaan surat pembelaan atau pledoi oleh terdakwa dan penasihat hukumnya.

img_title Buron Kasus e-KTP Paulus Tannos Ajukan Praperadilan

"Agenda pembacaan pledoi tim penasihat hukum dan FY (Fredrich Yunadi)," kata Jaksa KPK, M Takdir Suhan saat dikonfirmasi wartawan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ketika tiba di ruang sidang, Fredrich langsung memamerkan pleidoi yang dibuatnya sendiri dengan tulisan tangan yang mencapai 2.000 lembar. Pledoi itu akan dia bacakan sendiri. Katanya, pledoi itu dia ketik ulang dan butuh waktu lebih dari 2 minggu untuk penyusunannya.

img_title KPK Sebut Korupsi e-KTP yang Dilakukan Setya Novanto Perkara Serius

"Nota pembelaan ini akan saya baca sendiri, ada 2 ribu halaman," ujar Fredrich sebelum sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Jumat, 22 Juni 2018.

Pada persidangan sebelumnya, Fredrich sempat meminta kepada majelis hakim supaya jaksa membacakan semua yang tertuang dalam surat tuntutan. Sebab dia juga akan membacakan surat pembelaan secara rinci pada hari ini.

img_title Sidang Ekstradisi Digelar Hari Ini, Paulus Tannos Masih Ogah Diserahkan ke Pemerintah Indonesia

Dalam perkara ini, Fredrich didakwa Jaksa KPK telah melakukan perbuatan merintangi proses hukum terhadap Setya Novanto. Ia didakwa melakukan itu bersama-sama dengan dokter Rumah Sakit (RS) Media Permata Hijau, Bimanesh Soetarjo.

Buronan kasus korupsi e-KTP, Paulus Tannos

Digugat Paulus Tannos, Begini Respons Santai KPK

KPK buka suara soal permohonan praperadilan yang diajukan buronan kasus dugaan korupsi pengadaan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) Paulus Tannos atau Thian Po Tjhin

img_title
VIVA.co.id
3 November 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut