Luncurkan Desa Digital, Ridwan Kamil Bidik Petani Melek E-Commerce

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil usai peresmian program Layat Rawat di Kota Cirebon, Kamis, 14 November 2018.
Sumber :
  • VIVA/Adi Suparman

VIVA – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meresmikan desa digital di Losarang Kabupaten Indramayu dengan tujuan sebagai kesiapan daerah menghadapi revolusi industri 4.0.

img_title Menteri Maman: Implementasi Diskon 50 Persen Biaya E-Commerce Bagi UMK Tunggu Jadwal Integrasi

Ridwan Kamil menjelaskan, desa digital merupakan skenario masyarakat di pedesaan mulai memanfaatkan koneksi internet Wi-Fi dengan efisien untuk kebutuhan aktivitas perekonomian.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Tak hanya urusan (kebutuhan) Wi-Fi, tapi mengubah cara berdagang, mengubah cara berkomunikasi, memetakan potensi, mempromosikan wisata desanya melalui sebuah digital ekosistem," ujar Ridwan Kamil di Bandung, Minggu, 9 Desember 2018.

img_title Ekspansi ke Thailand, AHA Commerce Bawa Model Pengelolaan E-Commerce RI ke Pasar Asia Tenggara

Rencananya, pria yang akrab disapa Emil itu akan me-launching program tersebut pekan depan, dengan penekanan menjadikan masyarakat desa menjadi produktif meski melek internet. Sektor perekonomian yang menjadi sorotan dalam program tersebut yaitu pertanian dan perikanan.

Para petani, lanjut Emil, mendapatkan pelatihan berdagang menggunakan aplikasi online. "Petani akan dilatih supaya melek terhadap digital commerce. Berdagang murah dengan aplikasi mudah," katanya.

img_title Penerapan Pajak E-Commerce Berpeluang Kembali Ditunda, Purbaya Ungkap Alasannya

Sedangkan untuk sektor perikanan, pemerintah provinsi bekerja sama dengan perusahaan yang bergerak dalam perikanan eFishery dan Telkomsel untuk penyedia kebutuhan akses internet.

Serta, kerja sama dengan PT Suri Tani Pemuka untuk kebutuhan pakan perikanan bagi peternak, untuk mengembangkan budidaya perikanan dengan menghadirkan Kampung Perikanan Digital di Desa Losarang, Kabupaten Indramayu.

Menteri Perdagangan, Budi Santoso

E-Commerce Harus Utamakan Produk Lokal, Mendag Dorong Transparansi dari Platform hingga Konsumen

Mendag Budi mengatakan, aturan perdagangan elektronik (e-commerce) harus mengutamakan produk lokal di etalase marketplace, hingga transparansi antara pedagang & konsumen.

img_title
VIVA.co.id
21 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut