Napi Kabur Lapas Aceh Besar Tewas Usai Mengamuk di Medan

Polisi berjaga di pintu masuk Lapas Kelas II A Banda Aceh di Lambaro setelah 113 napi di lapas itu kabur pada Jumat, 30 November 2018.
Sumber :
  • VIVA/Dani Randi

VIVA – Seorang pria berinisial HD (40), yang belakangan ditekahui adalah narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Lambaro, Aceh Besar, yang kabur beberapa waktu lalu, dilaporkan meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Bhayangkara, Medan.
 
Tidak diketahui apa penyebab kematian HD, sebab napi yang divonis hukuman mati itu sebelumnya membuat keributan dan mengamuk di warung kopi milik Hamidah, Jalan Tunggul Hitam Kelurahan Lalang, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan, Jum'at pagi, 21 Desember 2018, sekitar Pukul 08.00 WIB.

img_title Hasil Autopsi: Napi China Cai Changpan Tewas 12 Jam Sebelum Ditemukan

Kemudian, Polsek Sunggal menerima laporan keribuatan tersebut, langsung ?mendatang lokasi kejadian untuk mengamankan HD. Di TKP, HD terus mengamuk sambil mengancungkan parang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Warga sempat ingin mengamankannya. Namun dia (MD) melawan," ucap ?Kapolsek Medan Sunggal, Kompol Yasir Ahmadi kepada wartawan di Medan, Selasa 25 Desember 2018.

img_title Kapolda Metro: Cai Changpan Gantung Diri karena Terdesak

Polisi masih menyelidiki penyebab keributan HD dengan warga sekitar. HD dilarikan ke RS Bhayangkara Medan karena mengalami luka-luka. Namun, dalam perawatan HD menghembuskan nafar terakhir, Senin pagi, 24 Desember 2018, sekitar Pukul 10.00 WIB.

Kapolsek mengaku baru mengetahui bahwa HD adalah seorang narapidana Lapas Lambaro yang kabur, setelah petugas ?Lapas di Aceh Besar itu mendatangi Mako Polsek Sunggal untuk menangkap kembali HD. Namun, napi HD lebih dulu meninggal dunia.

img_title Kapolda Pastikan Napi asal China Cai Changpan Tewas Gantung Diri

"Baru kita tahu bahwa HD adalah Napi Lapas Lambaro yang melarikan diri saat itu," tutur Perwira melati satu itu.

Kemudian, pihak keluarga HD juga sudah mendatangi RS Bhayangkara Medan dan membawa jenazah HD ke kampung halamannya di Aceh untuk segera dikebumikan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Saat kejadian tersebut, polisi sempat menyita barang bukti seperti ?sebilah parang, kulkas, kompor gas dan dispenser air.  

Sebelumnya, 113 napi Lapas Lambaro Aceh Besar melarikan diri pada 29 November 2018 lalu. Sampai hari ini aparat merilis data 44 dari 113 narapidana yang kabur pada 29 November itu sudah ditangkap lagi. Artinya, masih ada 66 napi yang masih berkeliaran di luar.

Ilustrasi Penjara

Jebol Plafon, 8 Napi Narkoba Polres Serdang Bedagai Kabur

Delapan napi kabur setelah ada laporan dari tahanan lain. Sebagian di antaranya akan hidup udara bebas.

img_title
VIVA.co.id
23 November 2020
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut