Aksi Pembakaran Mobil di Jateng Didalami Motifnya

Kejadian pembakaran mobil di Kecamatan Candisari Kota Semarang
Sumber :
  • VIVA/Dwi Royanto

VIVA – Teror pembakaran kendaraan di Jawa Tengah menjadi polemik dan dikaitkan dengan pemilu. Penyidikan sedang dilakukan untuk mengungkap teror tersebut,

Teror di Yerusalem Terjadi Lagi, 2 Warga Israel Jadi Korbannya

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko tak ingin polemik tersebut terus meluas. "Saya tidak ingin memunculkan polemik, tapi ini situasi yang berulang. Dulu kita mengenal namanya apa itu, yang ijo ijo dulu (kolor ijo)," kata Moeldoko usai Rapat Koordinasi Bidang Kehumasan dan Hukum Seluruh Indonesia di Jakarta, Senin 11 Februari 2019. 

Mantan panglima TNI mengungkapkan, saat ini aparat sedang melakukan penyidikan terkait kasus ini. Penyidikan untuk mengungkap apa motif di balik peristiwa pembakaran ini. 

Ketakutan Menyebar di Komunitas Muslim AS di Tengah Teror Pembunuhan

"Jadi saya pikir ini pentingnya untuk didalami peristiwa demi peristiwa. Apakah ini peristiwa yang by design atau tidak. Ini segera harus dicari tahu jawabannya, kalau enggak nanti kita menjadi tidak tahu bahwa ini by design atau kebetulan, tapi kalau kebetulan ini kenapa berantai. Ini kita sedang mendalami," tuturnya. 

Purnawirawan jenderal TNI mengakui, tidak menutup kemungkinan ada kaitan peristiwa sebelumnya dengan teror pembakaran kendaraan kali ini. Karena sebelumnya juga muncul teror orang gila yang menyerang ulama.

Via Vallen Kecewa Pelaku Pembakar Mobil Mewahnya Dituntut 3 Tahun

"Bisa, sangat mungkin. Untuk pemanasan, bisa juga begitu. tapi kita tidak ingin buat polemik, yang kita inginkan memahami dan mendalami semakin baik kenapa itu, tujuannya apa itu, siapa pelakunya dan seterusnya. Motifnya yang paling penting," tuturnya.

Moeldoko memastikan pemerintah, terutama aparat kepolisian terus melakukan pencegahan agar berbagai aksi teror tidak terjadi di masyarakat. 

"Saya pikir polisi sudah mengambil langkah, tidak boleh ini terus-terusan terjadi, karena ini menyangkut rasa kenyamanan, ketertiban, keamanan. Jadi polisi sudah bekerja," katanya. (art) 

Hasna Ait Boulahcen

3 Militan Perempuan Sadis di Dunia, Ada yang Meledakkan Dirinya Sendiri

Bukan hanya pria, Militan Perempuan juga sanggup melakukan aksi-aksi yang sangat sadis. Dari mulai melakukan aksi bom bunh diri, mengorganisir serangan, hingga penyiksaan

img_title
VIVA.co.id
13 April 2023