Logo DW

Enam Hal yang Perlu Diketahui Soal Perdagangan Satwa Liar

picture-alliance/dpa/S. Lalit
picture-alliance/dpa/S. Lalit
Sumber :
  • dw

Para pemburu trofi juga mengatakan bahwa mereka berkontribusi terhadap jalannya konservasi dengan membayar sejumlah uang untuk memburu sejumlah hewan, seperti gajah atau jerapah setiap tahunnya. Negara-negara Afrika dengan sumber dayanya yang terbatas dalam melindungi satwa liar nya menjadikan uang tersebut untuk program perlindungan dan anti-perburuan satwa liar, ungkap mereka.

Ini merupakan klaim yang kontroversial. Di samping argumen moral, beberapa konservasionis mengatakan perburuan trofi hewan langka sangatlah berbahaya dan menjadi semacam kamuflase kegiatan perdagangan satwa liar ilegal.

6. Tidak hanya hewan, ada juga mafia pohon

Spesies tumbuhan dan pohon juga dilindungi oleh perjanjian CITES dan banyak pula yang diperdagangkan adalah yang sudah hampir punah. Kayu-kayu tropis sangatlah bernilai, dan jika semakin langka akan semakin bagus.

Sindikat juga berperan dalam menjual kayu-kayu tropis seperti kayu rosewood Thailand dari hutan-hutan di Asia Tenggara ke pasaran, seperti negara Cina yang terkenal dengan minat tingginya. Kayu tersebut digunakan untuk furnitur, alat musik, dan barang-barang lainnya. Satu kubik meter kayu berwarna merah tersebut dapat menghasilkan ribuan dollar.

(rap/yp)