Prabowo Ditolak Jadi Menhan, Mahfud MD Membela

Menko Polhukam Mahfud MD
Sumber :
  • VIVAnews/Ridho Permana

VIVA – Kritik dan penolakan muncul, setelah Presiden Joko Widodo mengumumkan dan melantik Kabinet Indonesia Maju pada dua hari lalu. Salah satu penolakan, yakni terhadap pengangkatan Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto. 

img_title Presiden Terpilih Bisiki Mentan Amran di Acara Pelantikan DPR RI, Ada yang Dibahas?

Prabowo, merupakan mantan calon presiden, sekaligus dua kali menjadi rival Jokowi Pilpres 2014 dan 2019. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menanggapi hal ini, Mahfud MD selaku Menko Polhukam menilai wajar, jika ada yang mendukung dan menolak. Bukan hanya Prabowo, menurut Mahfud, beberapa menteri juga dianggap tidak pas mengisi jabatan menteri. 

img_title Mahfud soal Jokowi Sebut Presiden Boleh Memihak dan Ikut Kampanye: Terserah!

"Semua menteri pasti ada yang mendukung, ada yang menolak, saya juga jadi Menko Polhukam juga begitu. Menteri lain juga sama,  BUMN, Menteri Agama, ada yang mendukung ada yang menolak. Manusia itu punya sisi kelebihan masing-masing, punya sisi positif dan negatifnya, oleh karena itu, saya tidak terlalu mempermasalahkan orang yang menolak, silahkan bangun saja opini, lalu yang lainnya juga membangun opini," kata Mahfud di kantornya, Jakarta Pusat, Jumat 25 Oktober 2019.

Mahfud menjelaskan, munculnya penolakan, bukan berarti menteri yang bersangkutan harus mundur, apalagi Presiden Jokowi sudah melantik dan mestinya tetap bekerja, serta menunjukkan hasil yang nyata di bidangnya. 

img_title Mahfud MD Blak-blakan Belum Mundur dari Menkopolhukam: Saya Jagain Prabowo!

"Bukan hanya Prabowo, Menteri Agama ada yang menolak. Erick Thohir dianggap terlalu muda, Nadim Makariem dianggap tidak memiliki track record di bidang itu. Sebagian besar kan masyarakat itu memberikan dukungan. Tidak usah berpikir ada yang menolak lalu apa namanya, harus mundur atau tidak efektif, tidak seperti itu," ujar Mahfud.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Sama dengan orang mengatakan, pak apa gunanya ada Pancasila, kok masih banyak pejabat korupsi? Masih banyak kejahatan moral di masyarakat? Bisa dibalik, apa gunanya agama kalau begitu, apa gunanya ada Alquran, kalau masih banyak di desa-desa masih banyak koruptor dari orang Islam. Karena bukan gitu cara melihat masalah itu, tidak seperti itu. Mari kita setiap masalah itu, perbaiki dan selesaikan dan diarahkan ke arah yang benar," imbuhnya.

Sebelumnya, Komisi untuk Orang Hilang dan Kekerasan (KontraS) mengecam keras dengan keputusan Presiden Joko Widodo yang telah menunjuk Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut