Peredaran Uang Palsu Mulai Marak, Modus Baru Setengah Asli
VIVA – Kepolisian Resor Tasikmalaya mengamankan sebanyak 29.600 lembar uang palsu pecahan Rp100.000 atau sekira Rp2,9 miliar uang palsu, saat pemeriksaan Operasi Ketupat Lodaya di Pos Perbatasan Cikunir, Singaparna, Tasikmalaya, Senin, 11 Mei 2020. Polisi mengamankan empat orang pelaku.
Polisi yang semula ingin melakukan pemeriksaan terkait PSBB di Tasikmalaya, mencurigai kendaraan yang dikendarai empat pelaku hendak masuk ke wilayah Singaparna. Setelah dilakukan pemeriksaan, polisi menemukan tas berisi uang palsu di dalam mobil minibus yang dikendarai pelaku.Â
"Ada tas isinya uang palsu senilai Rp2,9 miliar, fisiknya menyerupai uang asli," kata Kapolres Tasikmalaya AKBP Hendria Lesmana di tvOne, Kamis, 14 Mei 2020.
Dari penuturuan pelaku, mereka berasal dari wilayah Banten, sempat singgah di beberapa tempat sampai akhirnya diamankan di Tasikmalaya. Mereka mengaku hanya sebagai kurir untuk membawa uang palsu itu ke paranormal di Tasikmalaya agar disempurnakan menjadi uang asli.Â
"Tapi mereka juga masih bingung cari paranormalnya," ujar Kapolres.
Polisi masih mendalami kemungkinan uang palsu itu diproduksi sendiri atau ada pihak lain. Motif pelaku yang ingin membawa uang palsu tersebut ke paranormal di Tasikmalaya juga turut didalami, atau hanya modus pelaku untuk menyebarkan uang palsu tersebut di wilayah Tasikmalaya. "Bisa jadi, ini sedang kita dalami," ungkapnya.
Atas perbuatannya, empat pelaku yang berinisial MS, MD, NF, dan JU dijerat? pasal 36 ayat 2 Undang-Undang No 7 tahun 2011 tentang mata uang dengan ancaman pidana 10 tahun penjara dan denda maksimal Rp 10 miliar.
Setengah Palsu
![]()
Di tempat berbeda, Satuan Reserse Kriminal Polres Serang, Banten, menangkap enam orang jaringan sindikat uang palsu. Para pelaku ditangkap membuat upal dengan modus baru, yakni setengahnya upal dan setengah lainnya asli.
Mereka membelah uang asli untuk ditempelkan pada sisi lain upal. Sehingga tidak terdeteksi saat melakukan setor tunai di mesin ATM.
"Uang asli dipotong, kemudian disatukan dengan upal. Jadi uang itu setengah asli dan setengah palsu. Jika dimasukkan ke mesin ATM dengan posisi tertentu, masih bisa terbaca oleh mesin ATM," kata Kasatreskrim Polres Serang, AKP Arif Nazauddin, Rabu, 13 Mei 2020.