Ketua DKPP Ingatkan Sidang Sengketa Etik Pilkada Gratis

Ketua DKPP (Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu) Muhammad
Sumber :

VIVA - Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Muhammad, memastikan sidang sengketa pelanggaran etik pilkada hingga pemilu di lembaganya cepat, terbuka, sederhana, dan tanpa biaya.

img_title Lula da Silva Kembali Terpilih Jadi Presiden Brasil untuk Keempat Kalinya

“Saya selalu mengingatkan di awal-awal membuka sidang bahwa persidangan DKPP adalah tanpa biaya,” kata Muhammad saat webinar Focus Group Discussion (FGD) dengan tema Kajian Hukum Penyusunan Peraturan Perundang-undangan, Jumat, 27 November 2020.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Baca juga: DKPP Ingatkan KPU agar Serius Terapkan Protokol COVID-19 dalam Pilkada

img_title Pasang Target Rebut Kursi DPR RI dari Kepri, Ahmad Ali Minta Kader PSI Bergerak

Muhammad memastikan bila ada pihak-pihak yang meminta biaya untuk persidangan di DKPP pasti bukan dari pihak internal lembaga ini.

“Saya yakin, Alhamdulillah 1.000 persen tidak mungkin dari unsur DKPP yang mencoba nakal. Tetapi ada orang luar, pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang mengatasnamakan DKPP, mengatasnamakan sekretariat DKPP bahkan mengatasnamakan majelis DKPP bisa membantu perkara, mempercepat perkara dengan meminta sejumlah uang,” ujarnya.

img_title Transparasi Penghitungan Suara Berbasis Digital Dipersoalkan di Sidang UU Pemilu

Menurutnya, permainan uang terjadi karena mereka yag melapor ke DKPP ingin perkaranya cepat disidangkan, dan diputuskan sesuai dengan harapannya atau petitumnya.

“Orang-orang begini kadang-kadang ada yang tidak bertanggung jawab. Ada orang yang bawa duit selain bawa laporan. Mereka kira DKPP bisa dibeli dengan uang,” tuturnya.

Selain itu, Muhammad meminta seluruh jajaran DKPP memperbaiki pelayanan. Terutama sikap ramah bagi siapa pun yang datang untuk mengajukan gugatan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Mereka yang datang melapor ke DKPP itu kan sedang gundah gulana membawa keresahan, kekecewaan, membawa rasa dongkol, dan kadang marah-marah, baik diwakilkan atau datang sendiri. Untuk meminimalkan rasa kecewa, rasa marah, rasa dongkol dan rasa segala macam bercampur baur itu maka sambutlah mereka dengan senyuman,” katanya.

Atas dasar itu, ia berpesan kepada staf yang menerima pengaduan untuk memperhatikan hal itu, sehingga separuh kekesalan mereka, ketika melapor dan dilayani dengan ramah, cepat dan solutif maka hal ini bisa mengurangi kekesalan yang mereka bawa dari daerah. (art)

Presiden AS Donald Trump.

Trump Tawarkan Hadiah Rp18 Miliar bagi Warga AS yang Bongkar Kecurangan Pemilu

Presiden Donald Trump mengatakan bahwa dirinya menawarkan hadiah sebesar 1 juta dolar AS atau setara Rp Rp18,13 miliar kepada siapa pun yang melaporkan kecurangan pemilu

img_title
VIVA.co.id
27 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut