Kasus Edhy Prabowo, KPK Jadwalkan Periksa 7 Saksi Hari Ini
- ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
VIVA – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap Kasman dari bagian finance PT Perishable Logistic Indonesia (PT PLI), Senin, 7 Desember 2020 ini. Kasman akan diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan suap perizinan tambak, usaha, dan atau pengelolaan perikanan atau komoditas perairan sejenis lainnya tahun 2020 alias suap ekspor benih lobster.
Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri mengatakan, Kasman akan diperiksa sebagai saksi untuk melengkapi berkas penyidikan tersangka mantan Menteri KKP Edhy Prabowo (EP). Kasman diduga kuat bakal didalami keterkaitan atau hubungan tempatnya bekerja dengan PT Aero Citra Kargo (ACK).
"Kasman akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka EP," kata Ali Fikri kepada awak media, Senin, 7 Desember 2020.
Baca juga: Mahfud MD Blak-Blakan soal Habib Rizieq
Selain Kasman, KPK juga memanggil saksi lain, yakni Betha Maya Febiana selaku pegawai PT Dua Putera Perkasa (DPP); Qushairi Rawi selaku pegawai MKP; Yudi Surya Atmaja (wiraswasta); Lutpi Ginanjar (Mahasiswa); Jan Saragih (karyawan swasta); dan Agustinus Jiuwengky (swasta). Mereka juga akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Edhy Prabowo. “Mereka juga akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka EP,” kata Ali.
Diketahui, sengkarut keterlibatan PT Aero Citra Kargo (ACK) dalam kasus dugaan suap ekspor benur lobster ternyata disinyalir melibatkan PT Perishable Logistic Indonesia (PT PLI). PT PLI yang merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa pengiriman cargo port to port, ditengarai berkongsi dengan PT Aero Citra Kargo sebagai forwarder dari eksportir benur ke negara-negara tujuan.
"Forwarder-nya dari ACK kan memang PLI," kata Ali Fikri beberapa waktu lalu.
Keterkaitan PT PLI dengan ACK dalam kasus ini mengemuka setelah Oprasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Satgas KPK beberapa waktu lalu.
Salah satu pihak yang diamankan lantaran diduga mengetahui praktik suap mantan Menteri KKP Edhy Prabowo dengan chairman holding company PT Dua Putera Perkasa (DPP) Suharjito adalah pengendali PT PLI, Dipo Tjahjo Pranoto. Namun, Dipo sebelumnya sempat menjabat direktur PT ACK dilepaskan dan hanya berstatus saksi.