DPR Minta Pemda Perkuat Tim Testing dan Tracing

Ilustrasi pekerja mengikuti tes swab COVID-19
Sumber :
  • Irfan/ VIVA.co.id

VIVA - Wakil Ketua Komisi II DPR, Luqman Hakim, meminta pemerintah daerah untuk memperkuat tim khusus testing dan tracing untuk menekan laju penularan virus COVID-19. Untuk itu, dia juga mengimbau pemda untuk tidak ragu melakukan refocusing anggaran agar program-program penanganan COVID-19 di daerah dapat berjalan dengan lancar.

img_title DPR Minta Kepala Daerah Tak Angkat Timses jadi Honorer Pemda, Ini Alasannya

“Penguatan tim tracing dan testing memang perlu dilakukan. Pemda bisa meminta bantuan kepada calon-calon perawat untuk mengoptimalkan program ini sehingga laju kasus Corona bisa ditekan semaksimal mungkin,” kata Luqman di Jakarta, Rabu, 4 Agustus 2021.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Luqman juga menekankan kepada pemerintah agar segera merampungkan proses penyaluran bansos. Ia mengatakan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan bantuan sosial harus berjalan beriringan jika ingin Indonesia berhasil mengatasi pandemi.

img_title Pemerintah Kucurkan Rp18,9 Triliun ke 546 Daerah

“Paket kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat, apapun namanya, mau PSBB, PPKM mikro, PPKM darurat, PPKM berlevel, hanya akan efektif apabila dibarengi dengan pemberian bansos, baik itu bantuan tunai, sembako, obat-obatan, subsidi upah, subdisi UKM-UMKM dan lain-lain, kepada masyarakat,” ujarnya.

Baca juga: Update COVID-19 Nasional 4 Agustus: Positif Tambah 35.867 Orang

img_title Mendagri: Tak Boleh Ada Opsi PPPK Dirumahkan, Harus Dibayar Gajinya!

Luqman juga mengingatkan pemda dan jajarannya agar terus berkoordinasi dengan petugas TNI/Polri untuk pengaturan terhadap masyarakat selama penerapan PPKM. Dia berharap petugas penertiban PPKM melakukan pendekatan yang tegas tapi humanis.

Dibentuknya tim khusus tracing dan testing COVID-19 di daerah-daerah diketahui telah membuahkan hasil positif karena penambahan kasus terkonfirmasi Corona, khususnya di luar pulau Jawa dan Bali beberapa waktu terakhir. Kasus positif COVID-19 di luar Jawa dan Bali sempat meningkat sehingga pemerintah memutuskan menerapkan PPKM Level 4 di 21 provinsi dan 45 kabupaten/kota non Jawa-Bali.

Data terbaru pemerintah menyatakan, testing di beberapa daerah menunjukkan kenaikan rata-rata sebesar 50 persen. Selain itu, tracing di luar Jawa dan Bali juga mengalami peningkatan signifikan dari target yang diberikan oleh pemerintah di mana tracing dilakukan oleh para tracer dan nantinya akan dilanjutkan dengan digital tracing.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Refocusing Anggaran

Lebih lanjut, Luqman menuturkan bahwa lonjakan dahsyat kasus COVID-19 yang terjadi pada Juni lalu luput dari prediksi pemerintah pusat dan pemerintah daerah pada saat menyusun anggaran (APBN dan APBD) 2021. Saat penyusunan APBN dan APBD 2021, pemerintah bersama DPR berasumsi pengendalian pandemi Corona tahun ini akan terkendali.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut