ICW Desak Juliari Batubara Divonis Seumur Hidup, Ini Alasannya

Terdakwa mantan Menteri Sosial Juliari Batubara di Pengadilan Tipikor Jakarta
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

VIVA – Indonesia Corruption Watch (ICW) mendesak majelis hakim menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada eks Menteri Sosial Juliari Peter Batubara. Juliari pada Senin, hari ini, 23 Agustus 2021 akan menghadapi sidang putusan dalam kasus suap pengadaan bantuan sosial atau Bansos penanganan COVID-19.

img_title Jangan Sampai Jadi Korban Penipuan! Ini Web dan Media Sosial Resmi Pantau Informasi Bansos Digital

Peneliti ICW Kurnia Ramadhana mengatakan terdapat empat alasan Juliari Batubara harus dihukum seumur hidup. Kurnia menyebut Juliari melakukan kejahatan saat menduduki posisi sebagai pejabat publik. Hal ini berdasarkan Pasal 52 KUHP hukuman Juliari harus diperberat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kedua, praktik suap bansos dilakukan di tengah kondisi pandemi COVID-19. Hal ini menunjukkan betapa korupsi yang dilakukan Juliari sangat berdampak, baik dari segi ekonomi maupun kesehatan, bagi masyarakat," kata Kurnia kepada awak media, Senin, 23 Agustus 2021.

img_title Jelang Nataru, Mendagri Tito Dorong Penyaluran Bansos dan Operasi Pasar untuk Dongkrak Daya Beli

Kurnia melanjutkan, alasan ketiga yaitu pembacaan nota pembelaan atau pledoi, Juliari tidak kunjung mengakui perbuatannya. Padahal, kata dia, dua orang yang berasal dari pihak swasta, yaitu Ardian dan Harry, telah terbukti secara sah dan meyakinkan menyuap Juliari.

Lalu, keempat, terkait hukuman berat bagi Juliari akan memberikan pesan kuat bagi pejabat publik lain agar tidak melakukan praktik korupsi di tengah situasi pandemi COVID-19.

img_title Airlangga sebut Tidak Ada Rencana Pemerintah Bagi Hp Gratis ke Masyarakat

"ICW juga turut mengingatkan majelis hakim bahwa Pasal 5 UU kekuasaan kehakiman telah menegaskan hakim wajib memahami rasa keadilan yang hidup dalam masyarakat. Maka dari itu, keadilan bagi korban korupsi bansos harus menjadi pertimbangan utama majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan terhadap Juliari," jelasnya.

Kemudian, Kurnia menyampaikan, hukuman seumur hidup penjara tidak cukup untuk Juliari. Menurut dia, majelis harus menambahkan jenis hukuman lainnya, seperti denda dan uang pengganti maksimal juga pencabutan hak politik selama lima tahun.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Diketahui, jaksa penuntut umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut majelis hakim untuk menjatuhkan hukuman 11 tahun penjara dan denda sebesar Rp500 juta subsider 6 bulan kurungan terhadap eks Juliari.

Jaksa juga menuntut hakim agar Juliari dijatuhi hukuman berupa uang pengganti sejumlah Rp14,5 miliar dan menuntut agar hak politik Juliari dicabut selama empat tahun setelah selesai menjalani pidana pokok.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut