Gagal TWK Berujung PHK
- VIVA/M Ali Wafa
Novel pun tidak percaya ihwal kabar pegawai nonaktif KPK yang meminta pekerjaan lain dari pimpinan KPK. Novel membantah pernyataan Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron yang menduga ada pegawai meminta tolong kepada pimpinan.
"Soal apa yang disampaikan oleh Pak Nurul Ghufron bahwa ada pegawai yang minta tolong ke yang bersangkutan, maaf, saya tidak percaya," kata Novel.
Ketua KPK Firli Bahuri pun angkat bicara mengenai pemberhentian dengan hormat 56 pegawai KPK yang tak lolos TWK pada 30 September. Ia pun memberikan hormat kepada seluruh pegawai yang akan dipecat dan menegaskan mereka semua sangat berjasa untuk KPK.
"Terima kasih kepada insan KPK yang memberikan dedikasi andil dalam rangka membangun dan memperkuat pemberantasan korupsi, Gedung Bareskrim KPK yang 16 lantai tidak akan beridri tanpa jasa satu butir pasir," kata Firli di kantornya, Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu, 15 September 2021.
Menurut Firli Bahuri, jasa mereka semua tidak bisa disebutkan satu-satu. Namun, jasa mereka sangat berarti dalam memberantas korupsi di Indonesia.
Wakil Ketua KPK Alexander Marwata menyampaikan apresiasi kepada Novel Baswedan Cs atas jasanya selama berkarir di lembaga anti rasuah tersebut.
"KPK menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya atas jasa dan dedikasinya kepada segenap pegawai yang diberhentikan," kata Alexander, di kantornya, Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu, 15 September 2021.
Mantan hakim Tipikor itu mengatakan semua orang yang dipecat itu sudah bekerja keras memberantas korupsi di Indonesia bertahun-tahun. Mereka semua pantas mendapatkan apresiasi tertinggi dari para pimpinan KPK.
Pemberhentian 56 pegawai KPK dengan hormat pun menarik perhatian warganet. Hal ini bermula dari unggahan salah seorang Mantan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bernama Tata Khoiriyah melalui twitter. Dalam unggahannya, Tata mengaku kaget dengan kelakuan rekan-rekannya yang membuat ancaman di meja kerjanya sendiri. Terlihat, ada beberapa tulisan yang tergeletak di mejanya yang menggambarkan kesedihan agar dirinya tak meninggalkan kantor KPK.
“Sangat mengejutkan saya melaporkan dari kondisi terakhir meja sendiri, ini sangat mengejutkan. Ada palang tidak jelas iki loh. Antara mau mewek, terharu sama mau ketawa lihat kelakuan teman-teman kantor. Bakal kangen sama mereka,” kata Tata dalam video singkatnya dari Twitter dikutip pada Jumat, 17 September 2021.