Tawaran ASN Polri, Simalakama Novel Baswedan Cs

Mantan Penyidik KPK Novel Baswedan dan mantan Ketua Wadah Pegawai KPK Yudi Purnomo Harahap.
Sumber :
  • VIVA/ Edwin Firdaus.

VIVA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo siap menampung 56 orang mantan pegawai KPK yang tidak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK) menjadi aparatur sipil negara (ASN) di Polri, termasuk Novel Baswedan. Dengan begitu, Novel Cs bakal tetap menjadi anak buah Komjen Firli Bahuri, yang menjabat Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi.

img_title Novel Baswedan Sebut Perkara Pertamina Tak Ada Mens Rea: Minta KY dan Bawas MA Periksa Laporan Kerry

"Menerima jabatan di Polri, artinya mereka masih menjadi bawahan Komjen Firli Bahuri, yang sampai sekarang masih aktif," kata Pengamat Kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Bambang Rukminto saat dihubungi VIVA pada Jumat, 1 Oktober 2021.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut dia, bila melihat polemik terkait dengan TWK di KPK, ini artinya Polri tak butuh standar TWK yang kontroversial tersebut. Hanya saja, timbul pertanyaan apakah masuknya 56 eks pegawai KPK ke Polri akan membuat kinerja Korps Bhayangkara menjadi bertambah baik.

img_title Soal Peluang Kembalinya 57 Eks Pegawai Usai Putusan KI Pusat, Begini Kata Ketua KPK

"Mengingat ada sebagian yang sebelumnya pernah memilih meninggalkan Polri bergabung dengan KPK. Saat ini, yang paling penting apakah 56 mantan pegawai KPK itu menerima tawaran Kapolri atau tidak? Karena problemnya bukan soal pekerjaan atau jabatan, tapi idealisme pemberantasan korupsi," ujarnya.

Terpenting, kata dia, jangan sampai tawaran Kapolri itu hanya sekedar obat penenang saja bagi mantan anggota KPK tersebut. Harus diingat, bahwa pembentukan KPK karena Polri tidak mampu melakukan pemberantasan tindak pidana korupsi. Namun, niat baik Kapolri patut diapresiasi.

img_title Novel Cs Ditunjuk jadi Satgassus Optimalisasi Negara, KPK Optimis Memberikan Dampak Baik yang Nyata

"Intinya, tawaran Kapolri untuk mengangkat mantan anggota KPK itu memang bisa dibaca niat baik. Meskipun kesannya hanya simplifikasi bahwa protes 56 orang yang tak lolos TWK, cuma pada persoalan pekerjaan. Kapolri mengabaikan faktor idealisme mantan anggota KPK tersebut," jelas dia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di sisi lain, lanjut Bambang, tawaran tersebut bisa diartikan bahwa kualitas wawasan kebangsaan Polri jauh di bawah standar KPK atau menjadi anggota Polri tak perlu TWK seperti di KPK. Artinya, tawaran tersebut hanya didasari alasan pragmatis saja, jauh dari idealisme semangat pemberantasan korupsi.

"Yang penting isu TWK ini segera beralih. Bagi kawan-kawan mantan KPK memang akan menjadi buah simalakama, diterima akan jadi preseden spirit perjuangan mereka, tidak diterima bisa jadi dicemooh publik karena tidak mau menerima tawaran yang baik," ucapnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut