Curiga Ada Buronan Penyerang Pos TNI, Polisi Geledah Asrama Mahasiswa

Tim gabungan Polres Manokwari, Polda Papua Barat, menggeledah satu asrama mahasiswa di Kelurahan Amban, Manokwari Barat, Senin, 22 November 2021.
Tim gabungan Polres Manokwari, Polda Papua Barat, menggeledah satu asrama mahasiswa di Kelurahan Amban, Manokwari Barat, Senin, 22 November 2021.
Sumber :
  • ANTARA/Hans Arnold Kapisa

VIVA – Tim gabungan Polres Manokwari, Polda Papua Barat, menggeledah satu asrama mahasiswa di Kelurahan Amban, Manokwari Barat, Senin, 22 November 2021, setelah aparat menerima informasi tentang keberadaan orang mencurigakan di asrama itu.
  
Kepala bagian operasi Polres Manokwari AKP Junaidy Weken membenarkan bahwa penggeledahan itu masih berkaitan dengan upaya pengejaran orang yang termasuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) alias buronan kelompok Komite Nasional Papua Barat (KNPB) penyerang Pos TNI Koramil Kisor, Kabupaten Maybrat
 
"Penggeledahan ini berkaitan dengan upaya pengejaran DPO kelompok KNPB penyerang Posramil Kisor Maybrat yang menewaskan empat anggota TNI AD. Kami terima laporan bahwa kelompok itu sudah berada di wilayah Manokwari," ujarnya.

Bupati Maybrat, Pangdam, Kapolda, dan Gubernur Papua Barat meninjau Pos Koramil Kisor Maybrat usai penyerangan oleh sekelompok orang yang menewaskan 4 orang anggota TNI AD.

Bupati Maybrat, Pangdam, Kapolda, dan Gubernur Papua Barat meninjau Pos Koramil Kisor Maybrat usai penyerangan oleh sekelompok orang yang menewaskan 4 orang anggota TNI AD.

Photo :
  • ANTARA

 
Dia mengatakan, dalam penggeledahan itu tim gabungan membawa 9 orang mahasiswa penghuni asrama, menyita sejumlah aksesoris bercorak Bintang Kejora, senjata tajam, dan sejumlah dokumen.

Asrama mahasiswa itu, katanya, patut disterilkan untuk mengantisipasi masuknya kelompok KNPB. Namun, polisi tidak menetapkan kesembilan mahasiswa itu sebagai tersangka atau bahkan terduga pelaku, melainkan hanya dimintai keterangan di Markas Brimob Polda Papua Barat.

Empat personel TNI AD anggota Koramil Persiapan Aifat Slatan, Kodim 1809/Maybrat, kehilangan nyawanya secara keji di dalam pos mereka setelah diserang puluhan orang. Kodim 1809/Maybrat merupakan Kodim yang paling baru di lingkungan TNI AD dengan komandan pertama Letnan Kolonel Infantri Harry Ismail.

Panglima Kodam XVIII/Kasuari Mayor Jenderal TNI I Nyoman Cantiasa telah memerintahkan pasukannya untuk mengejar dan menangkap para pelaku, yang dia sebut sebagai kelompok separatis teroris, dalam keadaan apa pun. (ant)