Aspal Rumah Dinas Rp2 M, Gubernur Sumut Diminta Tiru Bobby Nasution

Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi (kedua dari kiri) bersama Wali Kota Medan Bobby Nasution mengumumkan keputusan pemerintah tentang larangan salat berjemaah Idul Adha di kota Medan untuk pengendalian COVID-19, Jumat, 9 Juli 2021.
Sumber :
  • VIVA/Putra Nasution

VIVA – Pengaspalan Rumah Dinas Gubernur Sumatera Utara sempat menjadi sorotan publik. Apalagi untuk aspal itu, sampai menelan anggaran hingga Rp2 miliar.

img_title Sumut Beri Beasiswa 20 Dokter Pendidikan Program Spesialis, Dorong Pelayanan Kesehatan di Kepulauan Nias

Kalangan akademisi dari Universitas Sumatera Utara (USU) pun, angkat bicara. Seperti disampaikan Dadang Darmawan dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) USU. Ia menilai pengaspalan rumdis Gubernur Sumut, terlalu berlebihan di tengah ekonomi merosot sebagai dampak dari pandemi COVID-19.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Jangan pula membuka pintu ke masyarakat sampai harus renovasi besar-besaran juga kan. Saya kira itu saja sih masukan saya," sebut Dadang, Jumat 17 Desember 2021.

img_title Ekspor Diperkuat, Komoditas Unggulan Sumut Senilai Rp258,9 Miliar Dikirim ke Berbagai Negara

Dadang membandingkan sosok kepemimpinan Edy Rahmayadi dengan Wali Kota Medan Muhammad Bobby Nasution. Dimana ia menjadikan Balai Kota Medan atau kantor Pemerintah Kota Medan, bisa digunakan untuk umum di akhir pekan.

Bobby menjadikan Kantor Balai Kota menjadi destinasi wisata baru di Kota Medan, dan dapat dikunjungi oleh seluruh masyarakat. Sehingga dinilai tidak ada batasan antara masyarakat dan pemerintah.

img_title Jelang Nataru 2026-2027, Bobby Nasution Waspadai Distribusi BBM di Nias Terganggu

"Apa yang dilakukan wali kota itu, paling tidak gubernur berikan hal sama agar masyarakat bisa lebih dekat, bisa berdialog," kata Dadang. 

Bahwa yang dilakukan Bobby membuka pintu Balai Kota untuk masyarakat hendaknya dimanfaatkan dengan baik oleh warga Medan untuk mengadu, beri informasi dan mencari solusi.

"Yang dilakukan wali kota berharap itu lebih disosialisasikan. Manfaatkan pintu terbuka yang diberikan wali kota. Masyarakat manfaatkan pintu terbuka itu. Saya yakin masyarakat lebih mudah menjangkau pemerintah berikan informasi dan solusi," jelasnya.

Dengan begitu, Dadang mengungkapkan bahwa Bobby Nasution juga bisa mendapatkan masukan dan solusi dalam menyelesaikan permasalahan di Kota Medan. Hal ini, patut dicontoh kepala daerah yang lainnya.

"Saya sambut baik pintu terbuka dari masyarakat. Di awal saya katakan saya berharap sosialisasi lebih baik di masyarakat. Toh masyarakat bisa lebih dekat dengan wali kota dan cari solusi masalah yang dihadapi," kata Dadang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Banyak Terobosan Bobby Nasution

Sementara itu, Ketua Jurusan Ilmu Politik Fisipol USU, Indra Fauzan banyak trobosan dilakukan Bobby Nasution sejak memimpin Kota Medan. Tanpa harus menghambur anggaran yang besar.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut