Kondisi Terkini Banjir Rob di Semarang, Air Semakin Tinggi

Banjir air rob masih menggenangi Kawasan Pelabuhan Tanjung Emas.
Banjir air rob masih menggenangi Kawasan Pelabuhan Tanjung Emas.
Sumber :
  • VIVA/Didiet Cordiaz

VIVA – Kawasan Pelabuhan Tanjung Emas, Kecamatan Semarang Utara Kota Semarang masih digenangi banjir rob yang tinggi pasca jebolnya salah satu tanggul pantai di Kawasan Industri Lamicitra pada Senin 23 Mei 2022.

Akibatnya, ratusan kendaraan pegawai yang bekerja di kawasan tersebut mogok akibat terendam air setinggi dada orang dewasa. Tak hanya itu, akses keluar masuk tepatnya di depan pintu masuk kawasan atau di bawah jembatan Pos IV mengalami kemacetan parah akibat antrean motor mogok yang berhenti untuk sekadar memperbaiki agar berfungsi kembali.

Sedangkang pantauan terkini pada Selasa 24 Mei 2022 pukul 10.00 WIB, Jalan Arteri Yos Sudarso menuju ke arah Kaligawe mengalami kemacetan parah yang diakibatkan oleh keluar masuknya kendaraan besar seperti truk-truk trailer pengangkut berskala besar. 

Baca juga: Tok!!! DPR Sahkan Undang-undang PPP

Kemacetan itu juga diperparah oleh berhentinya beberapa truk tronton di pinggir jalan yang diduga karena adanya keperluan dari industri.

Hampir seluruh Kawasan Industri Pelabuhan Tanjung Emas Semarang terendam air banjir rob. Imbas dari itu, aktivitas warga yang berada di daerah tersebut terganggu bahkan terhenti.

Saat ini, petugas dari Polrestabes Semarang, Polda Jateng, BPBD dan Basarnas tengah melakukan evakuasi dan mengatur kerumunan agar kemacetan di kawasan tersebut bisa terurai.

Ketinggian banjir rob tampak mencolok di Kawasan Industri Lamicitra Tanjung Emas. Agung salah seorang pegawai pabrik mengungkapkan jika ketinggian banjir rob mencapai dada orang dewasa.

"Tambah tinggi sejak tadi pagi. Jalan saat ini sudah tidak bisa diakses," ujarnya saat ditemui di lokasi.

Foto udara banjir rob yang menerjang Pelabuhan Tanjung Emas Semarang

Foto udara banjir rob yang menerjang Pelabuhan Tanjung Emas Semarang

Photo :
  • FB

Meski rob tambah meninggi para pekerja pabrik memaksa mengambil motor mereka yang terjebak di dalam pabrik. Hal itu karena mereka tidak ingin motornya tambah rusak.

"Kalau dibiarkan lama-lama takutnya berkarat," ucapnya.

Sementara Rani, rela berbasah-basahan demi mengambil motornya yang terjebak banjir di pabrik setinggi dada orang dewasa. "Jelek-jelek gini motor saya biasa dipakai wara-wiri," katanya.

Sementara informasi Polda Jateng melalui rekaman drone, arus air di tembok yang jebol masih terus mengalir. Diperkirakan tingginya banjir rob ini karena tembok belum bisa diperbaiki.

Sementara Basarnas sudah berada di lokasi untuk melakukan evakuasi. Kepolisian juga sudah mengerahkan perahu karet, melakukan patroli dan evakuasi di kawasan pelabuhan Tanjung Emas.  

Laporan kontributor tvOne: Didiet Cordiaz/Semarang