Cek 4 Fakta Buya Arrazy Pernah Sebut Gus Dur Kafir

Buya Arrazy
Buya Arrazy
Sumber :
  • Instagram @dakwahbuyaarrazy

VIVA – Buya Arrazy yang merupakan seorang ulama kondang secara blak-blakan pernah mengakui bahwa dirinya membenci sosok Gus Dur atau Abdurrahman Wahid mantan Presiden Indonesia yang ke-4.

Bahkan dirinya juga mengaku pernah mengkafirkan Gus Dur saking ia merasa bencinya. Padahal seperti yang kita ketahui bahwa Gus Dur merupakan salah satu tokoh yang dibanggakan dan dicintai oleh masyarakat di Tanah Air karena pemikiran dan sikpanya terhadap umat beragama. 

Hal itu diungkapkannya melalui sebuah video yang diunggah oleh akun TikTok bernama @santriaswajanu. Berikut ini alasan Buya Arrazy pernah mengkafirkan mendiang Gus Dur. 

Pernah menganggap Gus Dur sebagai kafir

Gus Dur

Gus Dur

Photo :
  • vstory

Ulama kondang tersebut mengakui bahwa sebelumnya ia sempat membenci sosok Gus Dur salah satu tokoh yang dikenal baik oleh masyarakat Indonesia. Namun dirinya membenci Gus Dur karena pernah didoktrin oleh seseorang. 

"Ini kita kasih tau nih, kenapa ada orang kayak Gus Dur. Dulu itu saya pernah menjadi pembenci Gus Du, Pak. Saya mengkafirkan dia, karena didoktrin Gus Dur itu kafir, musyrik," kata Buya Arrazi. 

Mempelajari ilmu kewalian

Setelah membenci Gus Dur kemudian lambat laun dirinya menyadari bahwa Gus Dur tidak seperti apa yang ia pikirkan selama ini dan bukan orang yang sembarangan. Hal tersebut disadarinya setelah mempelajari ilmu tentang kewalian. 

"Begitu belajar tentang ciri khas kewalian atau wali-wali Allah kita tersadar. Wali-wali itu jadi wali Allah karena dia menghayati nama-nama Allah dan nur nama Allah masuk ke dalam dirinya," terang Buya Arrazi. 

Menafsirkan arti nama Gus Dur

Nama lengkap Gus Dur adalah Abdurrahman Wahid yang dimana Buya Arrazy percaya bahwa nama tersebut ditafsirkan sebagai kasih sayang dari Allah SWT. 

"Ada dua nama Allah di Al-Quran yang sering disebut bismillahir rahmanir rahim. Rahman itu sepakat semua ahli tafsir yang berarti kasih sayang Allah yang tercurah kepada semua makhluk," sambungnya. 

Menganggap Gus Dur sebagai wali Allah

Khofifah Indar Parawansa (kiri) saat masih muda bersama Gus Dur.

Khofifah Indar Parawansa (kiri) saat masih muda bersama Gus Dur.

Photo :
  • Humas Pemprov Jatim

Setelah ilmu tentang kewalian tersebut dipelajarinya, Buya Arrazy pun tidak menampik dan mempercayai bahwa sosok Gus Dur adalah salah satu wali Allah. 

"Maka orang-orang yang dapat nur ini memandang semua orang sayang. Bukan berarti dia membenarkan semua agama. Walaupun dia (Gus Dur) dapat gelar 'Bapak Pluralisme'. Bukan soal gelar itu sebenarnya. Tapi di kalbu dan Nur Rohmaniyyah. Rohman artinya menyayangi semua makhluk semuanya tanpa terkecuali," terangnya lagi.