ACT Pernah Dilaporkan Dugaan Penipuan, Bareskrim: Masih Lidik

Dirtipidum Badan Reserse Kriminal Polri, Brigadir Jenderal Polisi Andi Rian
Dirtipidum Badan Reserse Kriminal Polri, Brigadir Jenderal Polisi Andi Rian
Sumber :
  • Dokumentasi Humas Polri

VIVA Nasional – Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Andi Rian Djajadi mengatakan Aksi Cepat Tanggap (ACT) pernah dilaporkan ke Bareskrim terkait kasus dugaan penipuan dalam akta autentik pada 2021. Menurut dia, pihaknya masih mengumpulkan bukti-bukti guna menemukan unsur pidana yang dituduhkan terhadap ACT.

“Iya (sempat dilaporkan). Sedang dalam penyelidikan untuk memfaktakan unsur pidana,” kata Andi Rian saat dikonfirmasi wartawan pada Selasa, 5 Juli 2022.

ACT, kata Andi, dilaporkan terkait kasus dugaan penipuan atau keterangan palsu dalam akta otentik sebagaimana diatur dalam Pasal 378 atau Pasal 266 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Kini, penyidik belum meningkatkan kasus ke tahap penyidikan.

“Masih lidik (penyelidikan),” ujarnya.

Sementara, Andi menyebut pihanya sudah memanggil sejumlah orang untuk diambil klarifikasi terkait laporan terhadap ACT ini. “Sudah ada beberapa pihak yang diklarifikasi,” jelas dia.

Sebelumnya diberitakan, PPATK menemukan indikasi adanya transaksi yang diduga berkaitan dengan aktivitas terorisme oleh lembaga kemanusiaan ACT. Kini, ACT lagi ramai dibicarakan karena dugaan penyelewengan pengelolaan dana keuangannya.

“Transaksi mengindikasikan demikian (untuk aktivitas terorisme), dugaan aktivitas terlarang,” kata Kepala PPATK, Ivan Yustiavandana saat dihubungi wartawan pada Senin, 4 Juli 2022.