Mantan Dirut PDAM Manado Jadi Tersangka Korupsi

Mantan Direktur Utama PDAM, HCR, jadi tersangka korupsi.
Sumber :
  • Istimewa.

VIVA Nasional - Mantan Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum Kota Manado, Sulawesi Utara, inisial HCR alias Hanny (69) resmi ditetapkan menjadi tersangka dan ditahan atas kasus korupsi terkait kerja sama dan pengelolaan aset PDAM dengan PT Air Manado.

img_title Korupsi Baju Dinas Rp477 Juta, Sekwan DPR Papua Barat Daya Jadi Tersangka, Kini di Lapas

Total Kerugian Negara Rp55,9 Miliar

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kepala Kejati Sulut, Edy Birton, melalui Kasi Penkum, Theodorus Rumampuk, menuturkan bahwa total kerugian negara yang di korupsi HCR diperkirakan mencapai Rp55,9 miliar sepanjang 2006-2021.

img_title Prabowo Sebut Pendidikan Butuh Investasi yang Besar, Akui Korupsi Sesungguhnya Awal Kehancuran Bangsa

Diduga Korupsi Saat Jabat Dirut PDAM Kota Manado

Theodorus menjelaskan bahwa tersangka diduga melakukan tindak pidana korupsi saat masih menjabat Dirut PDAM Kota Manado pada 22 Oktober 2005. Saat itu, HCR diduga menyalahgunakan kewenangan.

img_title Buntut Karhutla Capai 901 Hektare, Perusahaan Asal Singapura Jadi Tersangka

"HCR ditahan karena diduga melakukan tindak pidana korupsi terkait kerja sama dan pengelolaan aset PDAM Kota Manado dengan PT Air tahun 2006 sampai dengan 2021," katanya.

Ilustrasi tersangka kasus tindak pidana korupsi yang telah ditahan oleh KPK diborgol.

Photo :
  • ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

Tidak Sesuai dengan Ketentuan

Dia menyebut bahwa HCR  menandatangani perjanjian kerja sama (cooperation agreement) antara Pemkot Manado/PDAM Kota Manado dengan Indo Water BV Drenthe Belanda (NV WMD) terkait pengelolaan air bersih namun tidak sesuai dengan ketentuan.

"Akibat dari kerja sama itu seluruh aset-aset milik PDAM Kota Manado yang dibiayai oleh APBD, APBN serta hibah pemerintah pusat dan World Bank beralih ke pihak swasta dalam hal ini PT Air Manado. Sehingga terjadi kerugian negara yang mencapai Rp55,9 miliar lebih," kata Theodorus.

Saat ini, tersangka HCR ditahan berdasarkan surat perintah penahanan Kepala Kejati Sulut Nomor: PRINT- 1053 /P.1/Fd.1/10/2022 tanggal 06 Oktober 2022 selama 20 hari terhitung sejak tanggal 06 Oktober 2022 sampai dengan tanggal 25 Oktober 2022.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Tersangka HCR sudah ditahan sesuai surat perintah penahanan dari Kejati Sulut," katanya.

Ilustrasi prajurit Kopassus.

Letda AG Jadi Tersangka Kematian Letda Jihad, Tiga Kualifikasi Elite Kopassus Dicabut

Sosok Letda Inf AG tidak hanya harus menghadapi proses pidana setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kematian Letda Inf Jihad Ahmad Al-Rasyid.

img_title
VIVA.co.id
1 November 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut