Tito Jelaskan Soal Pernyataan Penegak Hukum tak Boleh Periksa Kepala Daerah

Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian
Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian
Sumber :
  • Puspen Kemendagri

VIVA Nasional – Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian membantah jika dirinya melarang aparat penegak hukum (APH) seperti kejaksaan, polisi, dan KPK untuk memeriksa kepala daerah. Menurutnya, komentarnya saat Rapat Koordinasi (Rakor) dengan Inspektorat dihadiri Kejaksaan Agung (Kejagung) RI dan Kabareskrim dikutip tidak lengkap oleh media massa.

Akibatnya, perkataannya itu viral karena dianggap tidak mendukung pemberantasan korupsi dan penegakan hukum. Tito merasa perlu untuk meluruskan pernyataannya itu agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.

"Saya lihat ada yang salah, mengutipnya dipotong. Jadi judulnya Mendagri minta agar kepala daerah tidak diselidiki. Saya tidak mengatakan seperti itu," jelas Mendagri Tito dalam keterangan persnya, yang diterima Senin, 30 Januari 2023.

Prajurit TNI dilantik jadi kepala desa

Prajurit TNI dilantik jadi kepala desa

Photo :
  • tvOne Andi Rahmat / Sulawesi Selatan

Karena kesalahan dalam mengutip pernyataannya, lanjutnya, terjadi miss leading atau salah tanggap dalam pemberitaan. Mantan Kapolri ini menuturkan, pada saat itu dirinya menjelaskan agar belanja pemerintah, termasuk pemerintah daerah bisa maksimal. 

Ia menyebut pemerintah sudah seharusnya meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dan berdampak pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). "Kalau PAD-nya meningkat, APBD-nya naik, maka kalau bisa belanjanya juga meningkat. Belanja yang optimal itu akan bergerak," ujarnya.

Dengan belanja maksimal, uang yang beredar di masyarakat juga banyak. Tak hanya itu, swasta juga bergerak untuk pertumbuhan ekonomi. "Kalau belanjanya bisa maksimal, uang dari masyarakat, swasta bergerak maka pertumbuhan ekonomi akan membaik," ujarnya.

Halaman Selanjutnya
img_title