Masa Tenang Pemilu, Momentum Masyarakat Persiapkan Diri Gunakan Hak Pilihnya

Petugas Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) menyusun kotak suara yang berisi surat suara hasil Pemilu Serentak 2019. (Foto ilustrasi)
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

Jakarta - Jelang pemungutan suara atau pencoblosan Pemilu 2024 yang tinggal hitungan hari, semua pihak diminta bisa menjaga kondusifitas. Apalagi, saat ini sudah memasuki masa tenang pemilu.

Soal Hak Angket Pemilu yang Diusulkan Ganjar, Demokrat: Kecurangan yang Mana?

Demikian disampaikan Sekretaris Jenderal Aliansi Mahasiswa dan Milenial untuk Indonesia (AMMI), Arip Nurahman. Dia bilang semua pihak bisa jaga kehidupan masyarakat agar tetap aman dan damai dengan tak menyebarkan fitnah serta hoax yang bisa hancurkan bangsa.

Arip heran dengan omongan pengamat pertahanan dan militer Connie Rahakundini Bakrie yang diklaim mengutip perbincangannya dengan Ketua Tim Kampanye Nasional Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming, Rosan Roeslani. Pernyataan Connie soal rencana jika menangkan Pilpres 2024, Prabowo hanya akan jabat selama 2 tahun, setelah itu diganti Gibran memantik kehebohan.

CSIS Konfirmasi Prabowo-Gibran Menang Satu Putaran di Quick Count: Demokrasi Masih Pilihan Terbaik

Pernyataan Connie dibantah tegas oleh Rosan yang menyebut kabar miring yang jadi konsumsi publik itu tak benar. Bahkan, berbanding terbalik dengan fakta sebenarnya.

"Pak Rosan menyampaikan Connie sempat meminta untuk bergabung dengan 02. Lalu, dalam pertemuan mereka, justru Connie mengeluarkan pernyataan soal jabatan Prabowo yang hanya dua tahun. Saat itu pula Pak Rosan meminta Connie untuk tidak bicara seperti itu karena tidak pantas," kata Arip dalam keterangannya, Senin, 12 Desember 2024.

Gus Baha Ungkap Pemilu 2024 Berjalan Aman dan Damai Tak Lepas dari Peran Polri

Pengamat Pertahanan Connie Rahakundini Bakrie

Photo :
  • OCBC

Dia menuturkan, jangan sampai masalah personal bisa mengakibatkan terciptanya upaya penyebaran fitnah dan hoax yang berpotensi memecah belah persatuan bangsa.

"Jangan beri contoh kepada kami perilaku-perilaku menyebarkan fitnah dan hoax untuk memenuhi hasrat pribadi, karena dampaknya bisa menghancurkan bangsa," jelas Arip.

Pun, dia menambahkan di masa tenang menuju pemungutan suara 14 Februari 2024 ini mestinya jadi momentum bagi masyarakat mempersiapkan diri untuk gunakan hak pilihnya. Kata Connie, bukan disajikan dengan berita palsu yang bisa memecah belah sesama anak bangsa.

"Pemilu 5 tahun sekali kita akan nyoblos tinggal 2 hari lagi. Tapi, Bangsa Indonesia harus bersatu selamanya. Jangan sampai semburan dusta merusak persatuan yang selama ini sudah terjaga dengan baik," ujar Arip.

Lebih lanjut, dia menuturkan, Connie yang merupakan akademisi mestinya turut jaga pemilu damai dan aman. Apalagi, kata dia, video pernyataan tak benar itu beredar secara masif di masa tenang ini.

Dia mengatakan dari kalangan milenial antusias menyambut pemilu karena bisa turut berpartisipasi menentukan calon pemimpin terbaik ke depan. "Namun, kami kecewa dengan adanya pernyataan segelintir orang yang dapat merusak jalannya pesta demokrasi kita," tutur Arip.

Kemudian, Arip mengajak agar semua elemen masyarakat mengawal pesta demokrasi. Ia mengingatkan agar tak mudah terpengaruh kabar palsu yang bisa membuat retaknya kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Marilah kita sama-sama ikut menjaga kondusifitas pemilu ini dengan baik. Tidak membuat dan terpengaruh berita yang belum tentu kebenarannya," ujar Arip.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya