Eks Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq Bebas Bersyarat

Luthfi Hasan Ishaaq Menanggapi Dingin Putusan MA
Sumber :
  • VIVAnews/Ahmad Rizaluddin

Jakarta - Mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera, Luthfi Hasan Ishaaq, dikabarkan telah bebas bersyarat sejak 6 Mei 2024. Luthfi dikatakan, kini tidak lagi menjadi penghuni Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat.

img_title Golkar dan PKS Sepakat Ambang Batas Parlemen 5 Persen

"Betul, yang bersangkutan (Luthfi Hasan Ishaaq) sudah bebas bersyarat per tanggal 6 Mei 2024," kata Ketua Kelompok Kerja Humas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Deddy Eduar Eka Saputra kepada wartawan, Rabu, 29 Mei 2024.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selanjutnya Luthfi Hasan Ishaaq bakal menjalani masa bimbingan di Badan Pemasyarakatan Bandung, hingga 11 Mei 2031.

img_title Kasus Febrie Adriansyah Segera ke Pengadilan, Tim 9 Kejagung Nyatakan Penyidikan Rampung

Seperti diketahui, pada perkaranya, Luthfi Hasan Ishaaq dijerat karena kasus suap pengurusan kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Di pengadilan tingkat pertama, mantan Presiden PKS dinyatakan bersalah karena kasus tersebut dan dihukum 16 tahun penjara dengan denda Rp 1 miliar subsider enam bulan kurungan.

img_title Golkar dan PKS Perkuat Kolaborasi Koalisi, Bahas Undang Undang Pemilu

Luthfi kemudian melawan dengan mengajukan banding hingga kasasi. Majelis hakim banding menguatkan putusan pengadilan tingkat pertama.

Kemudian, Luthfi mengajukan kasasi, tapi hukumannya malah diperberat menjadi 18 tahun penjara, denda Rp 1 miliar subsider enam bulan kurungan ditambah dengan pencabutan hak politik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tujuh tahun semenjak penahanannya, Luthfi kembali menempuh upaya hukum yakni Peninjauan Kembali (PK) atas dasar hakim khilaf saat memutus kasusnya. Namun, Mahkamah Agung (MA) menolak PK itu.

Kamera tilang ETLE

Kena Tilang ETLE Jangan Harap Beres Cuma Bayar Denda, Kini Masuk Sistem Baru

Korlantas Polri memperkuat ETLE dengan sistem CJS yang menghubungkan polisi, pengadilan, dan kejaksaan, termasuk proses tilang, pembayaran denda, hingga pencatatan.

img_title
VIVA.co.id
16 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut