Prabowo: Banyak Negara dengan PDB Lebih Rendah dari RI, Berani Jalankan Program MBG

Presiden RI Prabowo Subianto
Sumber :
  • Cahyo - Biro Pers Sekretariat Presiden

Jakarta, VIVA – Presiden Prabowo Subianto mengaku banyak negara dengan pendapatan per kapita atau Produk Domestik Bruto (PDB) lebih rendah dari Indonesia, namun tetap berani menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di negaranya.

img_title Bangun Ekosistem Emas Berstandar Internasional, Direktur Pegadaian Resmi Jadi Ketua Umum IBMA

Hal tersebut diungkap Prabowo dalam peresmian SPPG dan gudang ketahanan pangan Polri di Palmerah, Jakarta Barat (Jakbar), Jumat, 13 Februari 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bahkan, kata dia, Negara India bisa memberikan makan bergizi gratis untuk 800 juta rakyatnya meski pendapatan per kapitanya setengah dari Indonesia.

img_title Eks Waka BGN Lodewyk Sebut Nanik S Deyang Punya Dapur MBG dan Kerap Catut Nama Prabowo

Polri serahkan Buku Menu MBG Rasa Bhayangkara Nusantara kepada delegasi Prancis

Photo :
  • Ist

"Saya lihat waktu itu negara-negara yang persis seperti kita, yang per kapita atau PDB lebih rendah dari kita, setengah dari Indonesia. (Contohnya) India itu adalah setengah produk domestik brutonya, per kapitanya setengah dari kita, berani memberi makan gratis untuk 800 juta rakyat mereka," kata Prabowo.

img_title Airlangga: Masyarakat RI Simpan 1.800 Ton Emas Senilai Rp 4.460 Triliun 'di Bawah Bantal'

Kepala Negara menambahkan program MBG di India sudah berjalan selama 10 tahun. "Dan sudah berjalan 10 tahun lebih," katanya.

Di sisi lain, Prabowo mengatakan program MBG memang tidak terasa penting bagi kelompok masyarakat mampu, namun justru krusial bagi mayoritas rakyat rentan.

“Makan bergizi gratis mungkin tidak penting untuk orang-orang yang cukup berada, mungkin tidak penting bagi mereka yang di atas. Tapi di seluruh dunia yang saya pelajari, Makan Bergizi Gratis adalah sangat-sangat diperlukan oleh mayoritas rakyat,” tegas dia.

Meski demikian, ia mengaku tetap yakin berada pada kebijakan yang benar karena persoalan gizi anak dinilai mendesak.

“Stunting itu adalah kurang gizi. Kurang gizi ini mengakibatkan sel-sel kita tidak bisa berkembang dengan baik. Sel otak tidak bisa berkembang dengan baik, sel tulang tidak bisa berkembang dengan baik, sel otot tidak bisa berkembang dengan baik,” katanya.

Prabowo menyebut angka stunting di Indonesia sempat mencapai seperempat dari populasi anak, sehingga diperlukan langkah langsung pemerintah.

“Jadi stunting akibat juga dari proses pemiskinan, proyek pemiskinan rakyat Indonesia. Stunting waktu itu 25 persen dari anak-anak kita,” beber Prabowo.

Menu MBG Alergi Nasi

Photo :
  • Instagram

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia menambahkan pendekatan program sosial tidak cukup hanya melalui wacana atau kebijakan administratif.

“Kita tidak bisa dengan teori, tidak bisa dengan hanya dengan kata-kata, hanya dengan program-program indah. Akhirnya saya belajar dari pengalaman bangsa-bangsa lain bahwa memang satu-satunya jalan adalah intervensi langsung dari pemerintah, langsung kepada anak-anak, ibu-ibu hamil, dan orang tua yang tidak berdaya, orang tua lansia,” pungkasnya.

Group CEO BRI Hery Gunadi dan Pegadaian

Presiden Prabowo Ungkap Potensi Bank Emas, BRI Group Kelola Ekosistem Emas 153 Ton melalui Ekosistem Ultra Mikro

Melalui PT Pegadaian yang menjadi bagian dari Holding Ultra Mikro (UMi), BRI Group terus memperkuat ekosistem emas nasional dari hulu hingga ke hilir.

img_title
VIVA.co.id
21 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut