Banggar DPR Pastikan Anggaran Makan Bergizi Gratis Turun Jadi Rp174 Triliun pada 2027, Ini Alasannya

Petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menata menu Makan Bergizi Gratis (MBG)
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Maulana Surya

Menurutnya, efisiensi anggaran justru dapat dilakukan tanpa mengurangi manfaat apabila pelaksanaan program berjalan sesuai kebutuhan dan didukung tata kelola yang baik.

img_title Prabowo: Orang yang Korupsi MBG Ini Biadab!

Diproyeksikan Menjadi Rp174 Triliun

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berdasarkan perhitungan Banggar DPR, anggaran MBG pada 2027 diperkirakan tidak akan melebihi Rp174 triliun.

img_title Muzani: MBG Bukan Semata-mata Bagi Makanan, Tapi Ikhtiar Mencerdaskan Bangsa

Angka tersebut turun sekitar Rp94 triliun dibandingkan alokasi anggaran tahun 2026 yang mencapai Rp268 triliun.

Meski begitu, perhitungan tersebut masih berupa proyeksi dan akan dibahas bersama pemerintah dalam proses penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2027.

img_title Eks Waka BGN Minta Status Tersangka di Kasus Korupsi MBG Dicabut

Keputusan Final Menunggu Pembahasan APBN

Said menjelaskan besaran anggaran MBG belum diputuskan secara resmi karena masih menunggu pembahasan bersama pemerintah.

Menurutnya, keputusan final mengenai alokasi anggaran baru akan ditetapkan pada September 2026 saat pembahasan APBN 2027.

Ia menegaskan penetapan anggaran tidak dapat diputuskan secara sepihak oleh DPR, melainkan harus melalui kesepakatan antara Badan Anggaran DPR dan pemerintah.

"Kalau (penurunan) dari Rp268 triliun ke Rp174 triliun, ya tinggi lah. Diketoknya nanti di September. Kalau diketok sekarang, palunya juga nggak laku. Masa Banggar sendiri yang ngetok? Kan harus sama pemerintah," ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pembahasan tersebut akan menjadi dasar penetapan anggaran Program Makan Bergizi Gratis untuk tahun depan, termasuk memastikan kecukupan pendanaan bagi jutaan penerima manfaat di seluruh Indonesia.

Said menegaskan bahwa fokus utama pemerintah dan DPR bukan semata-mata pada besaran anggaran, melainkan memastikan program tetap berjalan efektif, tata kelolanya semakin baik, dan kualitas gizi yang diterima peserta didik maupun kelompok penerima manfaat lainnya tetap terjaga meskipun alokasi anggaran diperkirakan lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.

Mantan Wakil Kepala BGN, Lodewyk Pusung (rompi pink)

Praperadilan Ditolak, Eks Wakil Kepala BGN Lodewyk Pusung Tetap Berstatus Tersangka

Pengadilan Negeri Jakarta Pusat tidak menerima permohonan praperadilan eks Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Lodewyk Pusung terkait kasus dugaan korupsi program MBG.

img_title
VIVA.co.id
24 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut