BNPB Akui Masih Ada Pengungsi Gempa Flores Belum Terima Bantuan, Ini Penjelasannya
- VIVA.co.id/Andri Mardiansyah (Padang)
Flores, VIVA – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengakui masih ada pengungsi gempa Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang belum mendapatkan bantuan secara maksimal hingga Senin, 24 Agustus 2026.
Menurut Suharyanto, kondisi tersebut terjadi karena banyak warga memilih bertahan di titik-titik pengungsian mandiri yang tersebar di berbagai lokasi. Mereka meninggalkan rumah karena masih takut terhadap gempa susulan, termasuk akibat beredarnya isu mengenai tsunami susulan.
Suharyanto mengatakan pemerintah memahami kondisi tersebut. Karena itu, distribusi bantuan tidak hanya diarahkan ke titik pengungsian terpusat, tetapi juga terus diperluas untuk menjangkau kelompok masyarakat yang memilih bertahan di lokasi pengungsian mandiri.
“Kami akui masih banyak keluhan, masih banyak pertanyaan adanya titik-titik pengungsian mandiri, para pengungsi yang sekali lagi karena takut adanya gempa susulan, ini tersebar di seluruh tujuh kabupaten Flores, yang menyampaikan bahwa belum mendapat bantuan,” kata Suharyanto dalam konferensi pers perkembangan penanganan gempa Flores, Senin.
BNPB Akui Bantuan Belum Sepenuhnya Menjangkau Pengungsi
Suharyanto secara terbuka menegaskan bahwa seluruh kebutuhan pengungsi memang belum sepenuhnya terpenuhi. Pemerintah masih melakukan perbaikan distribusi bantuan agar masyarakat yang berada jauh dari titik pengungsian terpusat tetap mendapatkan kebutuhan dasar.
“Apakah semuanya sudah ter-cover? Apakah semuanya sudah dapat? Apakah semuanya sudah cukup? Kami jawab, belum cukup,” ujar Suharyanto.
Meski demikian, ia memastikan proses distribusi terus dilakukan secara bertahap. Satgas di tingkat kabupaten, kecamatan, dan desa dikerahkan untuk menjangkau masyarakat yang berada di lokasi-lokasi pengungsian mandiri.
Distribusi bahkan dilakukan menggunakan berbagai moda transportasi. Selain kendaraan roda empat dan kendaraan pickup, petugas menggunakan sepeda motor hingga berjalan kaki ketika kondisi wilayah tidak memungkinkan dilalui kendaraan.
Suharyanto mencontohkan distribusi bantuan ke Pulau Palue. Pada hari-hari awal bencana, bantuan tidak dapat dibawa menggunakan kendaraan roda empat maupun roda dua. Petugas akhirnya berjalan kaki untuk membawa logistik kepada masyarakat.
Pengungsi Diminta Tidak Percaya Isu Tsunami Susulan
BNPB juga meminta masyarakat tidak mudah percaya terhadap informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan terkait ancaman gempa maupun tsunami susulan.