Gubernur Mualem Temui Prabowo, Bahas Dana Otsus Hingga Bendera Aceh

Gubernur Aceh Muzakir Manaf saat menemui Presiden Prabowo Subianto di Istana di Istana Merdeka, Jakarta
Sumber :
  • Antara Foto

Jakarta, VIVA - Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem menemui Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (4/11/26). Salah satu agenda yang dibahas dalam pertemuan tersebut yakni keberlanjutan dana Otonomi Khusus (Otsus) Aceh yang dijadwalkan berakhir pada 2027.

img_title Sakit Hati Berujung Pembunuhan Sadis di Kendal, Korban Dianiaya hingga Diborgol di Gedung Kosong

Mualem berharap pemerintah pusat memberikan perhatian terhadap aspirasi masyarakat Aceh, terutama terkait perpanjangan dana Otsus yang menjadi salah satu poin prioritas dalam revisi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh (UUPA).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kita ingin semua persoalan dan aspirasi Aceh dapat dibicarakan dengan baik bersama pemerintah pusat," kata Mualem dalam keterangannya yang diterima di Banda Aceh, Rabu.

img_title Jokowi Jadi Saksi Sidang Perkara Ijazah Palsu, PN Jakarta Timur Batasi Pengunjung Maksimal 80 Orang

Saat ini, DPR RI tengah membahas revisi UUPA. Salah satu poin yang menjadi prioritas perubahan adalah perpanjangan dana Otsus Aceh tanpa batas waktu.

Dalam pertemuan dengan Prabowo, Mualem juga membawa sejumlah persoalan strategis lainnya yang berkaitan dengan kepentingan dan masa depan Aceh.

img_title Pengakuan Budi Arie soal Power Politik Jokowi Walau Tak Jadi Presiden: Masih Dipercaya Rakyat

Di antaranya, persoalan bendera Aceh, status dan keberadaan Blang Padang, serta perkembangan situasi terkini di wilayah tersebut.

Pembahasan Blang Padang turut menjadi perhatian Mualem karena kawasan itu memiliki nilai historis dan sosial bagi masyarakat Aceh.

"Dana otsus harus terus diperjuangkan keberlanjutannya dan dimanfaatkan secara optimal untuk kesejahteraan rakyat. Begitu juga persoalan bendera, Blang Padang, semuanya perlu mendapat perhatian dan penyelesaian yang baik," ujarnya.

Selain persoalan tersebut, Mualem turut menekankan pentingnya menjaga stabilitas dan kondusivitas Aceh. Menurutnya, situasi keamanan dan perdamaian yang telah terbangun harus dipertahankan melalui kerja sama seluruh elemen masyarakat serta dukungan pemerintah pusat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dia menegaskan, komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah pusat menjadi langkah penting untuk memperjuangkan berbagai kepentingan masyarakat Aceh.

"Yang paling utama adalah bagaimana Aceh tetap aman, damai, dan pembangunan berjalan dengan baik. Kita ingin hubungan antara Aceh dan pemerintah pusat semakin kuat demi kepentingan masyarakat dan masa depan Aceh," tutur Mualem. (Ant)

Eks Kapolri sekaligus sekaligus Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal Listyo Sigit Prabowo (LSP)

Gerindra Singgung Kemungkinan Makar di Kasus Penyadapan Prabowo oleh Listyo Sigit Cs

Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Sugiono menyoroti serius dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto yang menyeret KSP, Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

img_title
VIVA.co.id
4 November 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut