RI Siapkan Rp800 Miliar untuk Perikanan

Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif Cicip Sutardjo
Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif Cicip Sutardjo
Sumber :
  • VIVAnews/Anhar Rizki Affandi

VIVAnews - Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif Cicip Sutardjo, mengungkapkan bahwa pemerintah telah menyiapkan anggaran Rp800 milar untuk membantu para peternak ikan, garam dan nelayan Indonesia.

”Jumlah ini lebih besar dibanding tahun kemarin yang hanya Rp400 miliar saja. Dana bantuan Rp800 miliar ini diperuntukan bagi 10.000 Kelompok petani ikan, garam dan nelayan Indonesia,” tegasnya.

Bantuan ini akan diserahkan langsung pada kelompok sesuai persyaratan dan kebutuhan. Baik yang sifatnya bantuan langsung berupa modal atau fasilitas penunjang usaha hingga berbagi subsidi di antaranya subsidi pakan ikan yang selama ini membebani para petambak ikan di Cirata, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. 

Cicip berharap, bantuan ini bisa meningkatkan produksi di sektor ini mengingat potensi perikanan budidaya yang kita miliki sangat besar. Potensi perikanan budidaya mencapai lebih dari 15 juta hektar yang terdiri dari potensi tambak seluas 2,9 juta hektar dan potensi budidaya laut 12,5 juta hektar.

"Saat ini, untuk tambak baru, hanya terealisir sebesar 682.858 ha, itu pun mayoritas merupakan tambak tradisional, sedangkan realisasi budidaya laut hanya 117.649 hektar," kata menteri.

Meski pemanfaatan potensi perikanan budidaya belum optimal, namun produksi perikanan budidaya menunjukkan kenaikan signifikan, dari produksi sebesar 4,78 juta ton pada tahun 2009 meningkat menjadi sekitar 6,97 juta ton pada tahun 2011.

Dari total produksi tersebut, Jawa Barat memberi kontribusi 714.013 ton. Dengan capaian itu, produksi perikanan budidaya Jawa Barat pada tahun 2011 menduduki peringkat ke-4, setelah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah dan Jawa Timur.

"Oleh sebab itu, dengan meningkatkan produktivitas perikanan budidaya sebesar 714.013,46 ton, maka usaha perikanan budidaya telah berhasil membuka lapangan pekerjaan bagi 750 ribu orang penduduk di Provinsi Jawa Barat, sehingga sub sektor perikanan budidaya masih berpeluang menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar di masa yang akan datang," ujar menteri.