Massa Buruh Diminta Tak Paksa Buruh Lain Unjuk Rasa

Buruh demo di Pulogadung dan Cakung
Buruh demo di Pulogadung dan Cakung
Sumber :
  • twitter @TMCPoldaMetro

 

VIVAnews - Presiden Konferensi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea meminta para pendemo (buruh) untuk saling menghargai dalam menjalankan aksinya. Hal itu terkait aksi sweeping (anggota KSPI) yang terjadi di beberapa pabrik di Batam, Sidoardjo, Bekasi, dan Kawasan Pulo Gadung.

Dalam pernyataan persnya, Andi menyatakan keinginannya agar demo buruh berjalan lancar. "Saya tidak ingin ada benturan konflik horizontal antar buruh," kata Andi, Kamis 31 Oktober 2013.

Oleh karena itu, ketika ada sweeping atau pemaksaan bagi buruh yang sedang bekerja dan kemudian diminta untuk ikut berunjuk rasa, dia menginstruksikan dengan tegas. "Semua jajaran KSPSI di seluruh Indonesia, untuk melakukan pembelaan diri kalau ada pemaksaan kehendak." imbaunya.

Sebelumnya salah satu perusahaan, PT Sanggar Sarana Baja diminta untuk berhenti beroperasi. Seluruh karyawan yang masih berada di dalam pabrik itu diminta untuk berhenti bekerja dan ikut dalam aksi.

"Hari ini tidak ada yang bekerja. Kita hormati mogok nasional untuk memperjuangkan kesejahteraan buruh," kata salah seorang orator dari atas mobil komando, Jakarta, Kamis 31 Oktober 2013.

Untuk menjaga kelancaran aksi demo, ribuan anggota dari berbagai satuan pun sudah dikerahkan untuk mengamankan serta mengawal jalannya aksi demo. Total ada 17.276 personel gabungan baik dari Polri, TNI maupun Pemda (SatPol PP) diturunkan untuk mengawal aksi mogok nasional buruh

Rincian pengamanan tersebut pun meliputi anggota TNI sebanyak 3.280 personel, perbantuan dari Mabes Polri 1.882 personel, Satgasres 5.950 personel, Satgasda 4.139 personel. Ada pula bantuan keamanan dari Pemda DKI sebanyak 815 personel dan juga cadangan dari Mapolres jajaran sebanyak 1.210 personel.