Kapolri: Jilbab Polwan Ditunda Karena Tak Seragam

Polwan Polda Metro Jaya Berjilbab.
Sumber :
  • VIVAnews/Ikhwan Yanuar
VIVAnews - Kepala Kepolisian RI, Jenderal Sutarman, menyatakan penundaan penggunaan jilbab bagi polisi wanita (Polwan) karena banyak Polwan yang tidak mengenakan seragam.

Keputusan penundaan itu telah dikeluarkan Polri dalam bentuk telegram tertanggal 28 November 2013 yang dilayangkan ke seluruh kepolisian daerah. 

"Jadi jilbab itu artinya dikasih, kewajibannya seragam, contoh seragam di Aceh, tetapi kewajibannya tidak dilaksanakan. Saya telepon irwasum agar dilakukan penundaan, karena kalau polisi tidak pakai seragam dibilang nggak bagus," kata Sutarman di Gedung DPR, Senin 16 Desember 2013.

Untuk itu, kata dia, penundaan itu dilakukan sampai benar-benar ada seragamnya. "Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini (penggunaan jilbab segera dilaksanakan), dulu sudah dirumuskan oleh Pak Timur (mantan Kapolri) ada 60-an contoh." 

Tolak Usul Ombudsman, Menpan-RB Sebut Seleksi CASN 2024 Tidak Mungkin Ditunda
"Kalau jilbab nggak ada masalah, tetapi kalau baju ke bawah, ya itu persoalan," kata dia.

PBB: Butuh Waktu 80 Tahun Untuk Bangun Semua Rumah yang Hancur di Gaza
Sebelumnya, Sutarman juga sempat menyebut bahwa Polri tengah memikirkan anggaran untuk pengadaan seragam jilbab bagi Polwan tersebut. "Jilbab mungkin belinya mudah, hanya Rp5 ribu dapat. Tetapi bajunya harus anggaran DPR," ujar Sutarman.

Nurul Ghufron Jelaskan Perkara yang Bikin Dia Disidang Masalah Etik Dewas KPK
Terkait anggaran tersebut, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, Priyo Budi Santoso, telah menyatakan mendukung rencana Polri mengajukan anggaran untuk pengadaan seragam jilbab polisi wanita (Polwan). 

"Saya pastikan saat Polri mengajukan anggaran seragam jilbab Polwan, kami segera meneken (Draf) itu agar disetujui di Komisi III dan Badan Anggaran," kata Priyo beberapa waktu lalu. (sj)

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya