Polisi Tangkap Maling Tower Transmisi Pangkalan Susu
Jumat, 27 Februari 2015 - 18:35 WIB
Sumber :
- iStock
VIVA.co.id -
Kepolisian Resor Langkat bersama Polsek Pangkalan Susu, Sumatera Utara, dan aparat TNI menangkap dua pencuri member tower (main bracing) di Desa Tanjung Pasir, Pangkalan Susu, Sumatera Utara, pada Rabu 25 Februari 2015. Tower yang dicuri itu digunakan untuk membeli narkoba.
"Pelaku mengaku bahwa besi tower dijual untuk digunakan sebagai jajan makanan ataupun disinyalir digunakan untuk membeli narkoba," kata Manajer Senior Komunikasi Korporat, Bambang Dwiyanto, dalam keterangannya, Jumat 27 Februari 2015.
Bambang mengatakan bahwa menurut salah satu pelaku, MNS, ada delapan orang pencuri yang kini tengah dikejar polisi.
Akibat ulah mereka, lanjut Bambang, Sumatera Utara menjadi gelap gulita karena terjadi defisit 160-200 MW yang seharusnya listriknya bisa dipasok dari pembangkit listrik tenaga uap air (PLTU) Pangkalan Susu.
Seperti diketahui, pada Selasa 17 Februari 2015, operasional PLTU Pangkalan Susu terganggu karena robohnya tiga tower transmisi listrik yang mengalirkan listrik dari PLTU ke sub sistem Sumatera Bagian Utara.
Robohnya tiga tower ini, akibat member tower hilang yang menyebabkan kekuatan struktur tower menjadi labil dan akhirnya roboh terkena angin. Diduga perusakan tower oleh orang tidak dikenal sudah dilakukan sejak beberapa waktu lalu.
"PLN berharap agar pelaku pencurian dihukum seberat-beratnya karena sudah merusak fasilitas objek vital nasional dan membuat pemadaman bergilir terpaksa harus dilakukan karena defisit 160-200 MW dan mengusut tuntas apabila ada aktor intelektual dibelakang semua aksi pencurian dan perusakan ini," kata dia.
Selain itu, Bambang juga menginginkan agar adanya aturan yang tegas untuk melindungi objek vital tersebut.
"PLN juga berharap kepada Bapak Kapolda Sumatera Utara agar segera menerbitkan perintah tegas, 'Tembak Di Tempat', apabila ada orang-orang yang mencuri atau merusak aset negara, khususnya yang berhubungan dengan pelayanan kepada masyarakat umum," kata dia. (one)
Baca juga:
"Pelaku mengaku bahwa besi tower dijual untuk digunakan sebagai jajan makanan ataupun disinyalir digunakan untuk membeli narkoba," kata Manajer Senior Komunikasi Korporat, Bambang Dwiyanto, dalam keterangannya, Jumat 27 Februari 2015.
Bambang mengatakan bahwa menurut salah satu pelaku, MNS, ada delapan orang pencuri yang kini tengah dikejar polisi.
Akibat ulah mereka, lanjut Bambang, Sumatera Utara menjadi gelap gulita karena terjadi defisit 160-200 MW yang seharusnya listriknya bisa dipasok dari pembangkit listrik tenaga uap air (PLTU) Pangkalan Susu.
Seperti diketahui, pada Selasa 17 Februari 2015, operasional PLTU Pangkalan Susu terganggu karena robohnya tiga tower transmisi listrik yang mengalirkan listrik dari PLTU ke sub sistem Sumatera Bagian Utara.
Robohnya tiga tower ini, akibat member tower hilang yang menyebabkan kekuatan struktur tower menjadi labil dan akhirnya roboh terkena angin. Diduga perusakan tower oleh orang tidak dikenal sudah dilakukan sejak beberapa waktu lalu.
"PLN berharap agar pelaku pencurian dihukum seberat-beratnya karena sudah merusak fasilitas objek vital nasional dan membuat pemadaman bergilir terpaksa harus dilakukan karena defisit 160-200 MW dan mengusut tuntas apabila ada aktor intelektual dibelakang semua aksi pencurian dan perusakan ini," kata dia.
Selain itu, Bambang juga menginginkan agar adanya aturan yang tegas untuk melindungi objek vital tersebut.
"PLN juga berharap kepada Bapak Kapolda Sumatera Utara agar segera menerbitkan perintah tegas, 'Tembak Di Tempat', apabila ada orang-orang yang mencuri atau merusak aset negara, khususnya yang berhubungan dengan pelayanan kepada masyarakat umum," kata dia. (one)
Baca juga:
Mahasiswi Pencuri Spesialis Kos-kosan Ditangkap
Motif pencurian adalah ekonomi dan sakit hati.
VIVA.co.id
27 Februari 2016