Yuddy Chrisnandi: Jadi Pahlawan Tak Harus Perang

Yuddy Chrisnandi.
Sumber :
  • VIVA.co.id/ Dwi Royanto
VIVA.co.id
- Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Yuddy Chrisnandi, mengatakan bahwa Hari Pahlawan, yang jatuh pada Selasa, 10 November 2015 ini mengingatkannya tentang arti patriotisme, rela berkorban, keikhlasan, serta memperkuat nasionalisme.


"Di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ini, Indonesia ingin menjadi poros maritim dunia. Peringatan Hari Pahlawan dilakukan di atas geladak kapal perang. Ini harus dimaknai sebagai upaya untuk memantapkan jati diri sebagai negara maritim yang dibangun oleh para pahlawan," kata Yuddy dalam siaran pers, Selasa, 10 November 2015.

 

Menurut Yuddy, makna Hari Pahlawan untuk para aparatur negara adalah merevitalisasi diri untuk loyal kepada pimpinan, loyal pada tugas, dan melaksanakan amanat dengan sebaik-baiknya.


"Jangan sia-siakan kemerdekaan ini. Mari kita isi dengan nilai-nilai keteladanan, amanah, dan tanggung jawab," tuturnya.


Yuddy mengatakan, untuk menjadi pahlawan di era modern seperti saat ini, tidak harus selalu angkat senjata. Tidak juga harus selalu perang, namun, bisa dilakukan dengan berkarya, bekerja, rela berkorban, bermanfaat bagi orang lain, serta bisa menjadi pahlawan untuk keluarga dan lingkungannya dengan pengorbanan yang dilakukan.
Dicopot Jokowi, Yuddy Akan Fokus Mengajar


Yuddy Chrisnandi Berharap Diangkat Jadi Duta Besar
"Semua dari kita bisa ambil bagian untuk menjadi pahlawan. Yang paling penting yang kita lakukan bermanfaat bagi orang lain, maka bisa menjadi pahlawan bagi sesama," kata Yuddy.

Yuddy Chrisnandi Langsung Berkemas Usai Dicopot dari Menteri
Kapal survei KN Baruna Jaya 1 milik BPPT ikut melakukan pencarian AirAsia QZ8501

BPPT Kini Fokus Pada Industri Perkapalan

BPPT bantu mendesain sampai uji kapal untuk dalam negeri.

img_title
VIVA.co.id
27 Juli 2016