Kaleidoskop 2015

Heboh 'Kriminalisasi' KPK Hingga Bencana Kabut Asap

Kabut asap di Kalimantan Tengah.
Sumber :
  • ANTARA/Saptono

VIVA.co.id - Bencana dan kecelakaan merupakan peristiwa jamak tahun 2015 yang membetot perhatian publik nasional. Meskipun sebenarnya peristiwa yang menjadi buah bibir masyarakat di awal tahun ini dimulai dengan nuansa persaingan dua lembaga penegak hukum, Polri dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang munculkan kembali istilah 'Kriminalisasi KPK' dengan ditersangkakannya dua pemimpin KPK saat itu.

Di sisi lain peristiwa penegakan hukum tampaknya kembali menjadi sorotan khususnya menyangkut isu terorisme dan narkotika. Label kejahatan luar biasa menjadi alasan Presiden Joko Widodo kembali merestui hukuman mati terhadap sejumlah gembong narkoba yang sebagian besar merupakan warga asing.

Sementara perburuan jaringan teroris yang dianggap ancaman keamanan yang serius itu juga mengisi kanal pemberitaan nasional. Berikut kaleidoskop nasional, peristiwa yang relatif menarik perhatian publik Tanah Air selama setahun terakhir.

Desember yang merupakan penghujung tahun kembali dikejutkan dengan berita tenggelamnya KM Marina Baru 2B di Teluk Bone pada 19 Desember lalu. Kapal penumpang yang mengangkut lebih dari 100 orang itu sedianya menuju Siwa, Sulawesi Selatan. Kecelakaan perairan itu hingga saat ini diperkirakan menyebabkan 63 orang tewas namun sedikitnya 40 orang masih bisa diselamatkan.

Basarnas sendiri masih terus melakukan pencarian korban. Selain kecelakaan, bulan Desember ini Detasemen Khusus 88 Antiteror kembali melakukan penangkapan terhadap sejumlah terduga teroris di beberapa titik di wilayah Jawa. Densus 88 melakukan rangkaian aksi penangkapan pada kurun waktu 18-20 Desember di lima kota. 

Penangkapan tersebut diawali dengan pencidukan seorang terduga teroris di perbatasan Cilacap dan Banjar. Dalam kurun waktu dua hari penangkapan susul menyusul berhasil mengamankan hingga tujuh orang terduga teroris yang disebut Kapolri Jenderal Badrodin Haiti sebagai bagian Jaringan Abu Jundi.

Momentum politik pilkada serentak perdana yang menuntut  sebagian besar partisipasi politik masyarakat pula hal yang perlu dicatat. Tanggal 9 Desember Indonesia menorehkan sejarah baru dalam tradisi politik melalui penyelenggaraan pilkada serentak di 259 daerah. Momen politik nasional tersebut dicap cukup berhasil dengan stabilitas politik dan keamanan yang tetap terjaga hingga saat ini.

November, pemerintah Indonesia cukup dikejutkan dengan adanya Pengadilan Rakyat Internasional di Den Haag yang mengadili kasus pelanggaran HAM Peristiwa1965 yang terjadi di Indonesia. Termasuk di dalamnya kasus pembantaian massa Partai Komunis Indonesia (PKI) yang pada Orde Baru yang diposisikan sebagai musuh tersebut.

Adanya pengadilan internasional ini memunculkan tanggapan yang beragam. Rekomendasi permintaan maaf negara dan pemerintah terhadap keluarga PKI yang menjadi korban tampaknya belum akan bisa dipenuhi karena mengundang prokontra domestik Indonesia sendiri.

Pada bulan yang sama, gunung Sinabung pada hari ke-17 kembali bererupsi. Status Sinabung yang masih aktif kembali menyebabkan rasa waswas. Erupsi Sinabung yang berulang kali menyebabkan masalah relokasi pengungsi di kabupaten Karo tersebut.

Oktober, Indonesia 'berkabut'. Bencana kabut asap kembali menyelimuti pulau Sumatera dan Kalimantan yang disebabkan pembakaran hutan dan lahan oleh korporasi maupun perorangan. Kabut asap tak hanya membuat warga Indonesia khususnya di Riau, Sumatera Selatan dan Kalimantan Tengah sengsara, pula menjadi momok bagi warga di negara-negara tetangga.

Alhasil Indonesia mendapatkan kritik keras atas masalah tahunan tersebut. Bencana kabut asap menyebabkan kerugian materiil diperkirakan hingga Rp200 triliun. Belum lagi kerugian imateriil akibat penyakit hingga kematian yang disebabkan kondisi tersebut.

September termasuk menjadi bulan 'berkabut asap' di Indonesia. Pada bulan ini meluasnya areal terdampak mulai diperhatikan meskipun penanganan dirasa jauh dari yang diharapkan. Namun selain kabut asap, kasus pelanggaran HAM kembali terangkat dengan adanya pembantaian aktivis antitambang liar di Lumajang, Jawa Timur.

Penghakiman preman dan aparat desa beramai-ramai menyebabkan Aktivis Salim Kancil meregang nyawa. Sementara rekannya babak belur. Peristiwa ini mendapat perhatian publik karena seorang warga negara tidak dilindungi haknya dan dibunuh secara terbuka oleh sekelompok massa yang membela pertambangan pasir liar.


Bulan Agustus sebenarnya relatif sepi peristiwa yang menarik perhatian publik nasional. Namun pada bulan ini, dibuka turnamen sepakbola Piala Presiden yang mendapat antusiasme setelah Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dibekukan pemerintah.

Selain itu pada 31 Agustus akhirnya pemerintah berhasil mengisi waduk Jatigede untuk pertama kali setelah tertunda berdekade lamanya. Penenggelaman waduk yang berada di Sumedang, Jawa Barat ini, sempat mengundang prokontra karena penenggelaman itu dianggap akan memusnahkan situs-situs kearifan lokal di wilayah waduk. Akibat prokontra itu Jokowi yang awalnya hadir pada saat penenggelaman akhirnya tak hadir di sana. 

Juli, fungsi jalan tol Cikampek-Palimanan (Cipali) teruji dengan banyaknya pemudik yang melewati jalan tol yang baru diresmikan beberapa pekan tersebut. Tol Cipali memang terbukti bisa memberikan alternatif jalur bagi pemudik dengan mempersingkat waktu perjalanan. Meskipun demikian disoroti sejumlah peristiwa kecelakaan yang terjadi di ruas jalan tol tersebut.
Tak Ada Angkutan Massal Gratis Dinilai Picu Macet Tahun Baru

Bulan Juni kembali berita kecelakaan menjadi perhatian nasional. Pada akhir bulan tepatnya 30 Juni, pesawat pengangkutan logistik Tentara Nasional Indonesia (TNI) Hercules C-130 jatuh dengan posisi terbalik setelah lepas landas di pangkalan udara Suwondo Medan. Korban tak sedikit, 101 penumpang dan 12 awak Hercules tewas.
Ada Dasar Gugatan Alternatif Terhadap Pembakar Hutan

Peristiwa ini kemudian menyoroti keberadaan penumpang sipil yang berada di pesawat pengangkut militer itu. Pekan kedua bulan Juni juga diisi dengan peristiwa mengenaskan dengan ditemukannya jasad bocah kecil Engeline terkubur di halaman rumahnya sendiri di Denpasar, Bali.
Bebaskan Sinar Mas, MA Hormati Putusan PN Palembang

Engeline sebelumnya dilaporkan hilang oleh ibu angkatnya yang belakangan menjadi tersangka pembunuhan anak berusia delapan tahun tersebut. Kisah tragis ini menjadi momen bagi masyarakat menyadari kasus-kasus kekerasan terhadap anak yang masih terjadi di lingkungan sekitar mereka.

Mei merupakan awal ramainya perhatian terhadap Bocah Engeline yang ditengarai dibunuh ibu angkatnya sendiri. Pada tanggal 16 Mei, keluarga angkat melaporkan bahwa anak perempuanitu hilang.

Tak hanya ke polisi, pencarian juga disebarkan melalui informasi dan foto Engeline di media sosial yang diteruskan secara berantai. Siapa sangka yang terlibat dalam pembunuhan itu adalah orang di lingkungan dekat sang anak. Proses hukum terhadap Ibu Angkat Engeline, Margriet Megawe hingga saat ini masih terus bergulir.

April menjadi momentum pemerintah Indonesia menunjukkan tak ada ampun bagi para gembong narkoba. Meski menuai prokontra, pemerintah melakukan eksekusi gelombang kedua bagi para terpidana kasus narkotika yang sebagian besar merupakan warga asing tersebut.

Pada tanggal 29 April regu tembak mengeksekusi mati gembong narkoba di Nusakambangan, Cilacap, setelah upaya grasi seluruh terpidana ditolak Presiden Joko Widodo. Duo Bali Nine Andrew Chan dan Myuran Sukumaran termasuk di dalamnya, tiga warga Nigeria, seorang warga Ghana, seorang warga Brasil dan satu orang warga Indonesia.

Meskipun penerapan hukuman mati ini sempat  menjadi sorotan internasional namun pada bulan yang sama Indonesia menjadi tuan rumah peringatan 50 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) yang diselenggarakan di Jakarta dan Bandung. KAA merupakan salah satu simbol kebangkitan bangsa-bangsa Asia dan Afrika yang sebagian besar  merupakan wilayah kolonial pada masa lalu. KAA dicatat dalam sejarah dunia yang dicetuskan tokoh-tokoh di Asia dan Afrika termasuk Soekarno.

Maret, pemerintah mengumumkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) sebagai dampak peniadaan subsidi dalam bidang energi. Kenaikan harga BBM yang diumumkan tanggal 28 Maret lalu di kisaran Rp500 per liter.

BBM menjadi hal yang selalu menjadi perhatian masyarakat sebagai sumber energi yang berkaitan dengan hajat hidup orang banyak. Pemerintah Joko Widodo sendiri dalam setahun terakhir termasuk paling getol mengutak-atik harga BBM, sayangnya pemerintah lebih sering menaikkan harga dibanding menurunkannya.

Februari. Pada dua bulan awal tahun 2015, kasus 'kriminalisasi' Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terjadi kembali. Ingatan publik kembali pada rivalitas lembaga penegak hukum Polri dan KPK yang sebelumnya pernah terjadi.

Pada tanggal 9 Februari, Ketua KPK Abraham Samad saat itu digelandang Bareskrim Polri atas kasus pemalsuan kartu keluarga. Kasus KPK versus Polri kembali menghangat pada bulan ini.

Bulan Januari, Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto pertama kali yang dijadikan tersangka oleh Bareskrim Polri. Bambang yang berlatar belakang aktivis itu dituduh melakukan pelanggaran hukum saat menangani kasus pilkada Kotawaringin Barat. Bambang yang kerap disebut  BW ini ditangkap pada 23 Januari 2015 setelah mengantarkan anaknya ke sekolah di wilayah Depok.
Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya