Optimalkan Trem, Surabaya Batasi Kendaraan Luar Kota

Kota Surabaya
Sumber :
  • VIVAnews/Adri Irianto

VIVA.co.id - Pemkot Surabaya akan membatasi kendaraan dari luar kota, dan selanjutnya diarahkan masuk jalur transportasi angkutan massal. Kebijakan ini diberlakukan, guna mendukung rencana pemerintah untuk membangun angkutan transportasi umum berupa trem. 

“Sebentar lagi kan ada trem. Jadi, kendaraan dari luar kota itu harus diparkir dahulu, setelah itu pemiliknya bisa naik trem menuju tujuan yang ada di tengah kota,” kata Kepala Dinas Perhubungan Pemkot Surabaya, Irvan Wahyu Derajat, seusai menghadiri diskusi tentang Sistem Transportasi, Selasa 2 Februari 2016.
 
Irvan mengungkapkan, apabila jumlah kendaraan pribadi dari luar kota dilakukan pembatasan, maka masyarakat akan lebih banyak memilih menggunakan trem.
 
Selain itu, kebijakan tersebut dilakukan untuk mengurangi jumlah kepadatan kendaraan di dalam Kota Surabaya. Sebab, apabila hal itu tidak dilakukan, maka kemacetan yang terjadi di Surabaya akan semakin parah.
 
“Coba dilihat Jalan Raya Darmo saat pagi dan sore, itu macetnya cukup panjang,” ujar Irvan.
Pengangguran ini 'Tak Sengaja' Colong Motor Milik Polisi
 
Irvan melanjutkan, pada siang hari, kepadatan penduduk di Surabaya bisa mencapai dua kali lipat, jika dibandingkan malam hari. Hal ini karena di malam hari ini, banyak penduduk yang kembali ke daerah sekitar Surabaya usai bekerja, seperti Gresik, Sidoarjo, dan Madura.
Selama Lima Tahun, Jonan Akan Kembangkan 1.000 Pelabuhan
 
“Kalau malam itu jumlahnya hanya mencapai 2,8 juta jiwa, sedangkan pada siang hari bisa mencapai 5 juta jiwa. Intinya kami tidak melarang masyarakat memiliki mobil, tapi akan melakukan pembatasan penggunaannya,” tutur Irvan.
Syarat Jakarta Bangun Transportasi Publik
 
Sayang, mengenai kapan kebijakan itu mulai diterapkan, Irvan masih belum memberikan jawaban yang jelas. “Saat ini masih dalam pembahasan, baik di Dishub, nanti akan kami masukkan juga ke DPRD Kota Surabaya,” ungkap Irvan.
Makam

Kiai NU Berpengaruh Wafat

Akibat kanker pankreas.

img_title
VIVA.co.id
31 Juli 2016