Pegawai Honorer Dinas Kelautan Menjambret Warga

Seorang pegawai honorer Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Makassar (kiri) ditangkap polisi setelah babak-belur digebuki warga akibat menjambret warga.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Hudzaifah Kadir
VIVA.co.id - Seorang pria babak-belur digebuki massa setelah nekat menjambret atau merampas tas warga. Pria itu adalah Syaifullah alias Molleng (26 tahun), warga Jalan Yos Sudarso, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Dia bekerja sebagai pegawai honorer pada Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Makassar.
Soal Bentrok Makassar, Mendagri: Jangan Dikit-dikit Bunuh
 
Peristiwa penjambretan itu terjadi pada Minggu, 14 Februari 2016. Korbannya adalah Andi Muhammad Ayyub Tahir. Waktu itu dia hendak pulang ke rumahnya di Kompleks Residen Alauddin Mas, Kota Makassar.
Bentrok di Makassar, Puluhan Satpol PP Masih Ditahan
 
Dalam perjalanan, Ayyub dicegat pelaku dan tasnya dirampas. Ayyub melawan dan pelaku kemudian terjatuh. Warga yang mengetahui peristiwa itu pun menolong korban dan menyerang pelaku. Polisi segera datang dan menangkap pelaku sehingga penyerangan itu segera dihentikan.
Ibu Rumah Tangga Jual Ribuan 'Pil Setan' ke Begal
 
Korban menyesalkan peristiwa itu dan tak habis pikir seorang pegawai honorer berbuat kriminal. “Kasihan juga melihat prilaku honorer di tingkat pemerintahan. Ini perlu dibina oleh dinas terkait," ujar Ayyub.
 
Molleng kini ditahan di Markas Kepolisian Sektor Rappocini di Makassar. Polisi menyita sebuah benda tajam yang dipakai pelaku untuk mengancam korbannnya.
Jambret di Palembang babak belur dihajar massa, Rabu (10/8/2016)

Dijambret, Nenek 70 Tahun Tangkap Sendiri Pelakunya

Saat dijambret, nenek Fauziah refleks menggigit tangan pelaku.

img_title
VIVA.co.id
10 Agustus 2016