Andi dan Didik Sudah 8 Bulan Pacaran

Ilustrasi kelompok LGBT.
Sumber :
  • REUTERS/Cathal McNaughton

VIVA co.id - Calon pengantin sejenis Andi Budi Sutrisno alias Andini (27) dan Didik Suseno (30) rupanya telah merajut kasih selama delapan bulan lamanya. Karena kecocokan benih cinta, kedua laki-laki itu akhirnya bersepakat melanjutkan ke jenjang yang lebih serius yakni pernikahan.

Kisah asmara kedua pasangan sejenis itu bahkan sudah masyhur diketahui tetangga sekitar di Desa Teges Wetan, Kecamatan Kepil, Kabupaten Wonosobo. Didik, pacar Andi, bahkan kerap datang ke rumah Andi.

"Ya pernah datang ke rumah Andi tapi tidak sering. Karena kebanyakan Andi selalu pergi ke luar tiap harinya. Ada tetangga yang pernah diceritani (Andini) kalau mereka sudah 8 bulan pacaran, " ujar SL, salah satu tetangga Andi, kepada VIVA co.id, Kamis, 17 Maret 2016.

Meski begitu, warga tak menaruh curiga karena kedua insan sejenis yang merajut kasih itu tidak pernah menunjukkan gelagat mencurigakan tentang hubungan asmaranya. Warga juga tak pernah melihat dua pasangan yang sempat hampir menikah itu berboncengan motor berdua.

"Pergaulan Andi dengan tetangga juga baik-baik saja. Emang Andi lagaknya kayak cewek. Bahkan dia sukanya bergaul sama teman-teman cewek di kampung," kata SL.

Andi yang telah berusia 27 tahun juga tak punya pacar perempuan. Warga pun maklum, karena perangainya yang memang sudah lama lebih mirip seorang wanita. Gaya rambut panjang terurai serta lenggak-lenggok jalannya, sudah menjadi ciri khas pria tamatan Sekolah Dasar itu.

"Tapi suatu ketika, warga sini pernah ditanya oleh seorang laki-laki. Tapi bukan Didik (pasangan Andi). Katanya nyari rumah Andini. Karena tidak ada warga sini bernama Andini, terus dijawab tidak tahu. Ternyata yang dicari Andi," beber pria yang rumahnya tak jauh dari rumah Andi tersebut.

Sejak kabar pernikahan antara Andi dan Didik warga Pituruh, Kabupaten Purworejo santer diberitakan, lanjut SL, warga di sekitar kini heboh. Mereka tak menyangka Andi yang selama ini dikenal sebagai pribadi periang dan mudah bergaul ternyata penyuka sesama jenis.

Kasus Perdagangan Anak jadi Momentum Penegakan Hukum Kebiri

"Sekarang banyak orang datang ke rumah Andi. Beberapa kali polisi juga mengklarifikasi ke sini," ujar dia.

Rencana pernikahan sejenis antara Andi dan Didik yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 12 Maret 2016, akhirnya dibubarkan oleh Polsek Kepil, perangkat desa dan para pemuka agama.

Penjual Anak di Bogor Ternyata Penyuluh AIDS untuk LGBT

Sebelum dibubarkan paksa, dari pihak Andi, pria yang berperan sebagai mempelai wanita sudah mengumumkan acara pernikahan sejak tiga hari sebelumnya kepada warga. Nasi kenduri sebagai wujud rasa syukur pun sudah disebar di tetangga sekitar.

Sementara Didik, sebagai calon mempelai laki-laki, juga sudah meminta surat numpang nikah dari KUA Kecamatan Pituruh, Purworejo. Tapi saat mengurus berkas pernikahan dari KUA Kecamatan Kepil, KUA menolak. Alasannya, keduanya diketahui merupakan pasangan sejenis.

Anak Laki-laki Korban Prostitusi di Puncak Dijual Rp10 Juta

Namun, keluarga ternyata tetap bersikeras melanjutkan pernikahan itu. Warga yang mengetahuinya segera melapor ke Polsek Kepil. Alhasil, lokasi pernikahan di Desa Teges Wetan itu akhirnya dibubarkan. Saat didatangi pihak terkait, Andi alias Andini bahkan sudah berbusana lengkap layaknya pengantin wanita, dan Didik mengenakan setelah jas hitam lengkap.

Ilustrasi Pelaku LGBT

Menelaah LGBT dalam Perspektif Hukum Pidana

Menilik perspektif hukum pidana tentang LGBT

img_title
VIVA.co.id
7 Juni 2022